Sabar, Vaksin Covid-19 untuk Depok Masih Uji Klinis

In Utama
Vaksin uji klinis
BRIFIENG : Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat Brifieng simulasi vaksin, di.aula Kantor Kecamatan Tapos, Kamis (22/10). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, TAPOS – 298.103 vaksin yang akan segera datang ke Kota Depok, masih dalam proses uji klinis.

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil menuturkan, saat ini vaksin masih diuji oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Pemeriksaan ini, untuk mengetahui apakah vaksin tersebut layak atau tidak, serta halal atau tidaknya,” tuturnya.

Walaupun, vaksin ini tidak sempurna 100 persen, tertapi Emil yakin bahwa ini efektif dalam menangkal virus Korona (Covid-19).

“Kami ingin Provinsi Jabar menjadi yang paling siap dalam manajemen koordinasi vaksin. Untuk itu, kami melakukan simulasi agar bisa mengetahui apakah jumlah Puskesmas yang tersebar di Kota Depok, dapat melakukan vaksin untuk 298.103 orang,” tuturnya.

Dirinya pun mengatakan, jika Puskesmas tidak dapat menampung jumlah keseluruhan, maka GOR dapat disulap jadi tempat vaksin, dan jika SDM tidak mencukupi maka perlu merekrut relawan.

“Tadi juga dalam simulasi, kami hitung mulai dari datang, cuci tangan, cek surat, periksa kesehatan, penyuntikan, dan ada protokol 30 menit untuk melihat reaksi langsung pasca disuntikan. Maka, satu orang kurang lebih memakan waktu 45 menit,” terangnya. (rd/tul)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Pemuda bojongsari ikan

Isi Kegiatan Positif, Pemuda Bojongsari Budidaya Ikan Konsumsi

BUDIDAYA : Pemuda RT02/12, Kelurahan Bojongsari sedang memberi makan ikan budidaya mereka. FOTO : INDRA

Read More...
Nu pasang bendera hari santri nasional

Hari Santri Nasional, NU Pasput Pasang Ribuan Bendera

PASANG BENDERA : Pengurus ranting NU Kelurahan Pasput sedang memasang bendera dalam rangka peringatan Hari

Read More...
kepala disdukcapil

Disdukcapil Kota Depok Andalkan G-Form untuk Pelayanan

MUDAH : Kepala Disdukcapil Kota Depok, Nuraeni Widiyatti menunjukkan formulir pendaftaran/hilang akta kelahiran di ruangannya.

Read More...

Mobile Sliding Menu