ilustrasi darah korona
ILUSTRASI
ilustrasi darah korona
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pasien positif virus Korona (Covid-19) Kota Depok dalam satu bulan pernah ada penambahan 1.971 orang. Hal itu terjadi pada medio Agustus hingga September 2020. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus berupaya untuk menekan laju pertumbuhan Covid-19 di Kota Depok.

Pejabat Sementara Wali Kota Depok, Dedi Supandi mengatakan, laju penambahan Covid-19 terus bertambah hingga mendorong Pemkot Depok merubah kebijakan Pembatasan Aktivitas Usaha (PAU) dan Pembatasan Aktivitas Warga (PAW) untuk mencegah terjadinya penambahan pasien positif dan klaster restoran.

“Kami ubah waktunya yang sebelumnya hanya sampai pukul 20:00 WIB kini harus pukul 18:00 WIB,” ujar Dedi Supandi kepada Radar Depok.

Dedi Supandi menjelaskan, berdasarkan data 27 Agustus hingga 27 September 2020 pasien positif Covid-19 di Kota Depok ada penambahan 1.971 kasus. Pada 28 September hingga 4 Oktober 2020 penambahannya mencapai sekitar 800 orang dengan rata-rata perhari 100 orang. Dedi Supandi mengatakan, kebijakan baru terkait pengaturan PAU dan PAW akan terlebih dahulu dilakukan sosialisasi.

Dedi Supandi mengungkapkan, setelah dilakukan sosialisasi PAW dan PAU akan diberlakukan penegakan disiplin Perda. Nantinya, pelaku usaha atau masyarakat yang melanggar kebijakan akan dikenakan sanksi sesuai Perwal nomor 60 Tahun 2020 tentang  sanksi pelanggaran.

“Sanksi diberikan mulai dari teguran, sanksi sosial hingga denda,” ucap Dedi Supandi.

Sementara itu, berdasarkan rilis Covid-19 di Kota Depok melalui https://ccc-19.depok.go.id/, pada Senin (05/10). Terkonfirmasi positif di Kota Depok mencapai 4.898 orang dengan kenaikan 70 orang yang sebelumnya 4.828 orang. Konfirmasi pasien yang sembuh mencapai 3.363 atau bertambah 76 orang yang sebelumnya 3.287 orang. Pasien meninggal berjumlah 141 atau tidak ada penambahan pada kasus kematian. (rd/dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto

Editor : Pebri Mulya