Siswa Pendemo Asal Depok Dibina Dulu Baru DO

In Metropolis
siswa pendemo dibina
PERTEMUAN : Pjs Walikota Depok Dedi Supandi yang didampingi Kepala Diskominfo Sidik Mulyono, saat berbincang dengan para wartawan Kota Depok di Gedung Baleka II, Kota Depok. FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ini harus jadi pelajaran kedepannya. Jadi, jangan sekali-kali pelajar ikut demo apapun itu maslahnya. Kemarin (14/10), Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Depok, Dedi Supandi menegaskan, puluhan siswa yang ikut demo akan di tangani Dinas Pendidikan (Dsidik) Depok.

Banyak anak yang berusia pelajar, namun bukan pelajar aktif yang mengikuti aksi unjuk rasa terkait Undang-undang (UU) Omnibus Law. Sehingga, pihaknya bekerjasama dengan pihak kepolisian Kota Depok, mengembalikan anak-anak tersebut kepada orangtuanya masing-masing.

“Padahal sebelumnya kami sudah lakukan sosialisasi kepada kepala sekolah, guru, dan orangtua. Agar di saat-saat seperti ini anak-anak diberi arahan, agar tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya kepada Radar Depok, Rabu (14/10).

Kepala Disdik Jawa Barat (Jabar) ini mengatakan, dalam kondisi yang sudah jenuh di rumah, banyak pelajar yang terprovokasi mengikuti aksi unjuk rasa. Padahal, mereka tidak tahu mengenai UU Omnibus Law. Pihaknya selain berkoordinasi dengan kepolisian Kota Depok, juga berkoordinasi dengan Disdik Kota Depok dalam menangani hal ini.

“Yang akan dilakukan Disdik dalam menangani hal ini adalah mencoba berkomunkasi dengan sekolah para pelajar yang terlibat aksi unjuk rasa,” terang Dedi.

Sekolah akan melakukan pertama, membina terlebih dahulu, kemudian teguran, dicantumkan dinilai rapor dengan kelakuan sikap buruk, dan opsi yang terakhir adalah Drop Out (Do).

“Kami membicarakan para pelajar yang ikut aksi unjuk rasa yang anarkis ya, yang dapat sanksi-sanksi tersebut. Bukan pelajar yang ikut aksi dengan menyampaikan secara baik dan tertib,” tandasnya.

Perlu diketahui, puluhan siswa dengan sengaja memboceng sebuah truk pasir di Lampu Merah Juanda menuju Jakarta, guna ikut demo tolak UU Omnibus Law. Kemudian digiring ke Polsek Sukmajaya, Rabu (13/10). (rd/cr3)

 

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

pradi ngobrol sama nenek

Pradi Didoakan Nenek Usia 106 Tahun

SUNGKEM : Calon Walikota Nomor Urut 1, Pradi Supriatna saat sungkem ke Mak Naimah nenek

Read More...
imam bertemu pendukung

Idris-Imam Selalu Tepati Janji Kampanye

DUKUNGAN : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat sosialisasi di

Read More...
maksimal nikah di KUA

Nikah di KUA Maksimal 10 Orang

Kepala KUA Beji, Dede Nasip.   RADARDEPOK.COM, BEJI – Pandemi Covid-19 benar-benar merusak segala sendi kehidupan. Bikin

Read More...

Mobile Sliding Menu