SMKN 2 pelatihan PJJ
PELATIHAN : SMKN 2 Depok mengadakan workshop yang membahas pembuatan bahan ajar berbasis aplikasi PJJ tahun pelajaran 2020/2021 dari 7 – 9 Oktober 2020. FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK
SMKN 2 pelatihan PJJ
PELATIHAN : SMKN 2 Depok mengadakan workshop yang membahas pembuatan bahan ajar berbasis aplikasi PJJ tahun pelajaran 2020/2021 dari 7 – 9 Oktober 2020. FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Memaksimalkan materi selama keberlangsungan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), SMKN 2 Depok mengadakan workshop yang membahas pembuatan bahan ajar berbasis aplikasi PJJ tahun pelajaran 2020/2021. SMKN yang berlokasi di Jalan Abdul Wahab, Kecamatan Sawangan tersebut, diadakan selama tiga hari yakni dari 7 – 9 Oktober 2020.

Wakil Kurikulum SMKN 2 Depok, Sunardi mengatakan, tema yang diusung dalam kegiatan tersebut, yakni ‘meningkatkan motivasi dan budaya belajar melalui aplikasi pembelajaran berbasis daring’. Jadi, mengajak guru bisa membuat bahan ajar yang memang sesuai dengan penerapan PJJ.

“SMKN 2 Depok sudah membuat aplikasi sendiri untuk memberikan materi dalam penerapan PJJ. Jadi, selama tiga hari ini guru diajak untuk bisa mengaplikasikan dan membuat materi pembelajaran yang menarik dan berisi,” ucapnya kepada Radar Depok, Rabu (07/10).

Sunardi menjelaskan, untuk teknis pelaksanaan workshop guru dibagi menjadi dua sesi. Di hari pertama sebagian guru ada yang ikut workshop dengan datang ke sekolah, dan sebagian lagi di rumah dengan daring. Lalu di hari kedua bergantian, yang daring di rumah datang ke sekolah dan yang dihari pertama ke sekolah, hari keduanya mengikuti dengan daring.

“Di hari ketiga, hanya diikuti guru yang berstatus ASN. Karena, isi materinya lebih banyak untuk yang ASN. Ini sesuai dengan protokol kesehatan dalam mengumpulkan orang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, Aang Karyana mengatakan, dengan penerapan PJJ guru harus berinovasi dan kreatif. Sekolah diberikan kebebasan untuk menerapkan Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat atau kurikulum mandiri. Jadi, sekolah bisa membuat kurikulum yang sesuai dengan kondisi sekolahnya.

Aang juga berpesan, agar selalu ada komunikasi yang baik antara guru, orang tua, dan siswa. Sehingga, pelaksanaan PJJ bisa berjalan dengan maksimal.