tagana bantu pemadam kebakaran
EVAKUASI : Tim Tagana Kota Depok saat membantu masyarakat yang terkena bencana. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
tagana bantu pemadam kebakaran
EVAKUASI : Tim Tagana Kota Depok saat membantu masyarakat yang terkena bencana. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Musim hujan tiba. Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Depok bersiaga selama 24 jam untuk memantau situasi. Langkah sosialisasi yang masif kepada masyarakat terus dilakukan, untuk mengantisipasi datangnya banjir, angin puting beliung, sampai longsor.

Koordinator Tagana Kota Depok, Romdoni menjelaskan, sampai saat ini, timnya dibantu dengan berbagai pihak lainnya selalu siaga di tujuh titik sepanjang kali ciliwung serta tetap berkoordinasi dengan petugas Bendungan Katulampa demi mengetahui perkembangan informasi. Setiap info dari BMKG selalu menjadi acuan agar melakukan antisipasi dengan cepat.

“Jika informasi dari Katulampa siaga 1 kita langsung menyebar ke titik Sungai Ciliwung, sambil menyebar memberikan informasi ke warga, terutama yang tinggal di bantaran kali,” terangnya kepada Radar Depok, Rabu (07/10)

Ia pun membeberkan, beberapa titik yang menjadi rawan alias langganan banjir, seperti Perumahan Bukit Sawangan Indah (BSI), Perumahan Villa Pamulang, Kampung Utan Cipayung, serta beberapa titik di sepanjang Sungai Ciliwung.

Berbagai perlengkapan selalu standbye selama terjun ke titik baniir tersebut, diantaranya, perahu karet, dayung, tali temali, genset, mesin potong (senzo), peralatan dapur umum, tenda pengungsi, serta logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“Perahu karet kita yang sudah rusak, tapi masih bisa di pakai. Tapi kita memang kita membutuhkan perahu karet untuk membantu masyarakat, sama senter waterproof dan sepatu boot,” tegas Big Doni, sapaan akrabnya.

Relawan kemanusiaan kerap kali menemukan kesulitan saat mengevakuasi masyarakat terdampak bencana jika situasi dalam malam hari, sebab tidak mempunyai senter waterproof untuk memaksimalkan penyelamatan. Tak hanya itu, bagi masyarakat yang terkadang tidak mau dievakuasi juga menjadi kendala saat di lapangan.