Beranda Pendidikan Tanaman Penyedia Pangan Makin Beragam

Tanaman Penyedia Pangan Makin Beragam

0
Tanaman Penyedia Pangan Makin Beragam
ZOOMINAR: Yayasan Semut Beriring dengan unit SMP nya, the Indonesia Natural School, mengadakan zoominar yang menghadirkan peneliti sagu, Dr Saptarining Wulan. FOTO : IST FOR RADAR DEPOK
tanaman penyedia pangan
ZOOMINAR : Yayasan Semut Beriring dengan unit SMP nya, the Indonesia Natural School, mengadakan zoominar yang menghadirkan peneliti sagu, Dr Saptarining Wulan. FOTO : IST FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Meperingati Hari Pangan Sedunia, beberapa pihak memeringati dengan beragam kegiatan. Di masa pandemi, tentu kegiatan virtual menjadi pilihan tepat.

Yayasan Semut Beriring dengan unit SMP nya, the Indonesia Natural School, mengadakan zoominar yang menghadirkan peneliti sagu, Dr Saptarining Wulan, yang mengetengahkan tayangan tentang keragaman tanaman penyedia pangan sesuai dengan kodrat negeri. Yakni tanaman atau vegetasi di Hutan Hujan Tropis, yang merupakan pemberian Tuhan yang haikiki, dibanding tanaman padi yang merupakan jenis prairie (rumput-rumputan) dan menjadi ciri tanaman Amerika Eropa Australia.

“Padi, yang notabene rumpun prairie jelas bukan asli Indonesia. Karena itu banyak sekali kerentanan, hama, belalang, ulat, dan sebagainya,” ungkap Praktisi Pendidikan dan Kebudayaan, Arfi Destianti.

November ini ditentukan sebagai Hari Pangan Sedunia, sesuai dengan berdirinya Asosiasi Pangan dan Pertanian. Food and Agriculture Organization (FAO) di bawah PBB, mengetengahkan peringatan untuk menyadarkan kesadaran adanya obesitas dan gizi buruk akibat kelaparan. Dua hal yang berseberangan dan bertentangan namun terjadi di negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Persoalan kelaparan dan kemiskinan tetap menjadi ancaman yang harus dicari solusinya.

Ia menilai, berhadapan dengan siswa remaja jenjang SMP, yang berjiwa milenial, tentu tidak lagi menarik jika hanya bicara tentang keragaman pangan dan olahan pangan aternatif.

“Mereka harus dipahamkan, bahwa negeri ini memiliki tanaman asli Indonesia yang sangat berpotensi menjadi pengganti beras,  salah satunya adalah sagu,” tutur Arfi kepada Radar Depok.

Sementara itu, sebagai penguat pesan inti di Hari pangan, Dr Nining menjelaskan peran kaum muda, anak-anak pra remaja SMP yang harus mulai menjadi pahlawan pangan.

“Tak hanya menjadi petani yang harus membungkuk-mbungkuk menanam padi di sawah. namun memikirkan pembuatan drone yang bisa menyebar benih dan pupuk dengan teknologi terbarukan,” ungkapnya. (rd/gun)

 

Jurnalis : M. Agung HR

Editor : Pebri Mulya