Beranda Metropolis Tawuran dan Tewas Satu, Pengamat : Kurangnya Kontrol PJJ

Tawuran dan Tewas Satu, Pengamat : Kurangnya Kontrol PJJ

0
Tawuran dan Tewas Satu, Pengamat : Kurangnya Kontrol PJJ
Ketua Fokla Depok Retno Wijayanti.
Ketua Fokla Depok Retno Wijayanti
Pengamat Anak di Kota Depok, Retno Wijayanti.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Terjadinya tawuran yang menewaskan satu orang korban di Kota Depok, mendapatkan perhatian dari pengamat anak di Kota Depok, Retno Wijayanti. Menurutnya, masih ada sejumlah faktor dan pengawasan yang harus dilakukan.

Retno Wijayanti mengatakan, masih ditemukannya anak tawuran, walaupun ditengah masa pandemi virus Korona (Covid-19) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Menurutnya, masih ada serangkaian pola asuh yang harus dilakukan baik pendidikan maupun pergaulan di masyarakat.

“Semuanya tidak ujug-ujug terjadi, karena masih ada serangkaian yang harus dibenahi,” ujar Retno Wijayanti kepada Radar Depok, Jumat (02/10).

Retno Wijayanti menjelaskan, apabila diduga tawuran tersebut dilakukan pelajar, berarti kontrol PJJ melemah. Kontrol dari sekolah yang selama ini membingkai anak dengan pendidikan karakter mengalami pelemahan. Untuk itu, seharusnya orang tua menguatkan pendidikan karakter anak dalam masa PJJ. Namun, apabila orang tua tidak siap menjadi pengasuh utama, maka dapat menimbulkan kontraproduktif.

Retno Wijayanti mengungkapkan, dibutuhkan optimalisasi fungsi keluarga dalam pemenuhan hak anak, yakni hak pendidikan dalam melakukan pendampingan saat PJJ. Selain itu, orang tua dapat memenuhi hak anak guna mendapatkan kasih sayang, salah satunya dalam mengawal tumbuh kembang anak sesuai tahapan usia.

Retno Wijayanti menjelaskan, saat anak memasuki usia remaja banyak yang mencari ilmu dengan cara otodidak. Kebutuhan tersebut perlu kehadiran Pemerintah, menjadi penting untuk keluarga yang tidak mampu secara mandiri memperoleh ilmu.