PKM UPN
DARING: Pelatihan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan memanfaatkan bahan alam ini diadakan secara daring Posyandu Anggrek Bulan, Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
PKM UPN
DARING : Pelatihan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan memanfaatkan bahan alam ini diadakan secara daring Posyandu Anggrek Bulan, Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Para Dokter dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang tergabung dalam Tim Abdimas, mengedukasi masyarakat Kota Depok melalui Pelatihan Cuci Tangan Pakai  Sabun (CTPS) menggunakan bahan alami. di Posyandu Anggrek Bulan, Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere.

Ketua Tim Abdimas UPN Veteran, Via Rifka menegaskan, kegiatan dan pelatihan ini termasuk dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) secara turin setiap tahun, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat melalui penyuluhan kesehatan serta kebersihan tangan, mengingat hal ini penting saat pandemi dan untuk menjadikan gaya hidup sehat di masyarakat.

“Dengan pelatihan ini, pasti masyarakat akan terbantu dari segi kesehatan dan pengetahuan. Karena gaya hidup sehat harus diterapkan, terlebih di saat pandemi sekarang ini,” terang Via kepada Radar Depok, Selasa (06/10)

Selain itu, lanjut Via, kegiatan ini diadakan sebagai upaya mencegah penularan covid 19 dengan memanfaatkan bahan alam di lingkungan sekitar dalam pembuatan sabun cuci tangan. Secara teknis, pelatihan diikuti 31 peserta yang mayoritas terdiri dari para kaum ibu, yang dilakukan secara virtual, mengingat situasi yang tak memungkinkan untuk dilakukan secara tatap muka.

Secara teknis pelatihan, para peserta terlebih dahulu mengisi pre-test dulu melalui grup WhatsApp. Kemudian, setelah itu diberikan video pembelajarannya untuk ditonton, barulah mereka mengisi post test sebagai tolak ukur hasil pelatihan CTPS-nya sendiri.

“Bahan alam yang dipakai untuk pembuatan sabun cuci tangan, seperti jeruk nipis yang kemudian dicampur dengan bahan tambahan seperti texapon, natrium klorida, sodium bikarbonat, pewarna, parfum dan akuades. Soal harga juga terjangkau dan ekonomis,” ungkapnya.

Sementara, salah satu peserta, Mariatun menyatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat serta membantu oengetahuan para ibu rumah tangga untuk menciptakan sabun cuci tangan yang aman, karena dibuat dengan sendiri, sehingga tau kandungan yang tercampur di dalamnya.

“Jauh lebih aman karena kita sendiri yang buat, kita lebih tahu bagaimana mencuci tangan yang baik dan benar karena dokter langsung yang menjelaskan,” katanya.