TPU Tapos Tampung 5.000 Jasad

In Metropolis
daya tampung TPU tapos
LAHAN KUBURAN : Koordinator TPU Kalimulya 3, Abidin saat menunjukan lokasi liang kubur yang sudah disediakan petugas makam, di Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tapos dipastikan sudah bisa digunakan. Lahan makam seluas dua hektar tersebut nantinya akan digunakan baik akibat korban Virus Korona (Covid-19), maupun pemakaman umum. Lahan 2.000 meter kini sudah dibuka untuk menguburkan.

Kepada Radar Depok, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Ety Suryahati menjelaskan, lahan di Tapos dekat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) tidak dikhususkan untuk jenazah Covid-19 saja.

“TPU baru juga untuk pemakaman umum,” ujarnya kepada Radar Depok (14/10).

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok ini menyebut, sebenarnya sudah terdapat 13 titik TPU yang tersebar di Kota Depok. Dan TPU tersebut masih cukup untuk pemakaman. 13 TPU tersebut salah satunya di TPU Kalimulya 1, 2 dan 3, TPU pasir Putih, TPU Bedagan dan Cilangkap.

“Kami menyiapkan lahan dua hektar di TPU Tapos, bukan karena sudah minim tempat pemakaman. Tapi, karena memang wilayah Depok sebelah Timur belum ada TPU,” tambahnya.

Menurutnya, sampai saat ini terdapat 2.000 meter lahan yang sudah dibuka untuk pemakaman di lahan dua hektar tersebut. Diperkirakan lahan seluas dua hektar tersebut dapat menampung sekitar 5.000 jenazah.

“Sudah mulai dibuka lahan pemakamannya,” tegasnya.

1 of 2

You may also read!

pradi ngobrol sama nenek

Pradi Didoakan Nenek Usia 106 Tahun

SUNGKEM : Calon Walikota Nomor Urut 1, Pradi Supriatna saat sungkem ke Mak Naimah nenek

Read More...
imam bertemu pendukung

Idris-Imam Selalu Tepati Janji Kampanye

DUKUNGAN : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat sosialisasi di

Read More...
maksimal nikah di KUA

Nikah di KUA Maksimal 10 Orang

Kepala KUA Beji, Dede Nasip.   RADARDEPOK.COM, BEJI – Pandemi Covid-19 benar-benar merusak segala sendi kehidupan. Bikin

Read More...

Mobile Sliding Menu