Kamis, Februari 25, 2021
Beranda Metropolis Warga Gandul Dikenalkan Khasiat Herbal

Warga Gandul Dikenalkan Khasiat Herbal

0
Warga Gandul Dikenalkan Khasiat Herbal
PEMANFAATAN TEH HERBAL : Sejumlah peserta dari warga Gandul saat mengikuti pelatihan pembuatan teh celup herbal secara daring yang dilakukan Dokter dari UPN Veteran Jakarta. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
gandul khasiat obat
PEMANFAATAN TEH HERBAL : Sejumlah peserta dari warga Gandul saat mengikuti pelatihan pembuatan teh celup herbal secara daring yang dilakukan Dokter dari UPN Veteran Jakarta. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pandemi Covid-19 membuat masyarakat wajib mengkonsumsi produk herbal, demi menjaga kondisi badan agar imun tubuh tetap terjaga. Hal tersebut yang menjadikan jajaran dokter UPN Veteran Jakarta melatih warga Kampung KB, RW5, Kelurahan Gandul, Cinere terbiasa dengan herbal.

Ketua Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UPN Veteran Jakarta, Retno Yulianti menerangkan, produk herbal yang dikenali masyarakat merupakan memproduksi teh dari bahan dasar tumbuhan, yang tentunya baik dan tidak berbahaya bagi tubuh. Salah satu bahan alami yang dapat dikonsumsi seperti daun sirsak.

“Kalau dijadikan menjadi teh celup akan lebih awet. Jangan khawatir sebab daun sirsak sudah diuji dan diteliti di laboratorium, dan hasilnya sangat baik untuk kesehatan. Apalagi buat penyakit diabetes,” terang Retno kepada Harian Radar Depok, Jumat (16/10)

Selain itu, kegiatan yang dilakukan Retno bersama tim juga mendorong masyarakat terampil menerapkan upaya preventif, mencegah covid-19. Caranya dengan membuat teh celup berbahan dasar tanaman obat herbal, dan mengonsumsinya secara rutin.

Retno menambahkan, pemanfaatan tanaman dikonsumsi sudah dilakukan sejak zaman terdahulu. Setelah diteliti hasilnya benar, banyak tanaman yang manfaatnya luar biasa, demi kesehatan masyarakat.

“Selai sirsak, ada lagi, seperti bunga rosella, kunyit, dan jahe merah yang saat ini sedang banyak dikembangkan peneliti, agar masyarakat dapat mengkonsumsi dengan praktis,” ungkapnya.

Sementara, salah satu peserta yang mengikuti PKM, Nur Aini Anggraini mengaku, belum  pernah mencoba membuat teh celup herbal, terlebih dari bahan yang dikeringkan seperti bunga rosella.

Meski dia bukan peminum teh aktif, namun pengetahuan ini, membuatnya paham betapa pentingnya mengkonsumsi minuman herbal, guna menjaga kesehata serta mencegah penyakit.

“Saya tidak aktif minum teh, tapi saya tetap membuatnya, biar keluarga dan saya minum sesekali,” terang Nur.

Rasa teh celup herbal dari daun rosella yang dikeringkan memang sedikit sepat, dibanding dengan teh pada umumnya. Tapi, untuk menghilangkan rasa sepatnya, dianjurkan bisa menambahkan madu sebagai pengganti gula agar tambah sehat.

Jika para peserta berniat membuat teh herbal menjadi industri rumahan, hanya membutuhkan modal Rp20 ribu untuk menghasilkan 10-15 kantung teh celup. Soal kemasan, dapat diperoleh di toko online dengan harga terjangkau.

“Sebenarnya sangat mudah membuatnya dan memasarkannya juga bisa dari lingkungan sekitar, teman atau saudara, atau bisa secara online,” tutupnya. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya