ilustrasi kepala sekolah
ILUSTRASI

 

“Hasilnya tes itu dari 280 apakah lulus semua atau berapa persen, nah itu nanti yang akan kita diklatkan selama tiga bulan, masuk diklat bakal calon kepala sekolah. setelah lulus diklat, nanti namanya calon kepala sekolah. dan inilah nanti LP2KS akan mengeluarkan nomor urut kepala sekolah (NUKS),” katanya.

Penjaringan bakal calon kepala sekolah tersebut, ujarnya, dilakukan sebagai upaya persiapan Disdik Jabar untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah pada 2021. Pasalnya, sebanyak 213 posisi kepala sekolah akan kosong pada 2021 dengan berbagai catatan seperti pensiun.

“Historinya kita ini ada 213 kepala sekolah yang akan kosong sampai dengan akhir 2021, makanya kita harus menyiapkan bakal calon,” kata Dedi.

Ia berharap calon kepala sekolah yang terpilih nanti memiliki jiwa profesional dan mampu membuat inovasi termasuk pemecahan berbagai permasalahan di sekolah. Hal itu, kata Dedi, agar berbagai program yang dicetuskan Disdik Jabar salah satunya sekolah juara mampu dijalankan dengan baik oleh para kepala sekolah yang terpilih nanti.

“Dan secara perilaku dia diakui oleh guru guru sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang mereka pimpin,” katanya. (rd/net)