pelaku usaha pelatihan bisnis
PELATIHAN: Universa Indonesia kembali menggelar pelatihan yang ke-14, yaitu tentang membuat desain proposal digital dan presentasi bisnis yang baik dan benar. Pelatihan tersebut diadakan untuk umum. FOTO : ADENA/RADAR DEPOK
pelaku usaha pelatihan bisnis
PELATIHAN : Universa Indonesia kembali menggelar pelatihan yang ke-14, yaitu tentang membuat desain proposal digital dan presentasi bisnis yang baik dan benar. Pelatihan tersebut diadakan untuk umum. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOk.COM, DEPOK – Di era pandemi Covid-19 ini sangat sedikit sekali kemungkinan untuk berkumpul dalam membahas topik penting sekalipun. Pembahasan mengenai bisnis sangat penting sekali karena perekonomian turun drastis semenjak Covid-19 unjuk diri. Maka dari itu, Universa Indonesia bersama Owner KenaKopi, Agung Suryatno, mengadakan pelatihan online melalui aplikasi Zoom untuk membuat proposal dan presentasi bisnis secara baik dan benar, juga tepat sasaran.

“Kita sekarang pelatihan yang ke-14, terakhir. Sebelumnya sudah mengadakan pelatihan daring mulai dari Online Marketing Foundation hingga sampai pada How to Create a Digital Campaign Proposal and Presentation, yaitu pelatihan membuat proposal dan presentasi bisnis yang baik dan benar,” ujar Owner KenaKopi sekaligus pencetus Pelatihan Bisnis secara Daring, Agung Suryatno, kepada Radar Depok.

Pelatihan daring tersebut dihadiri oleh 19 partisipan yang kebanyakan adalah pebisnis dan UMKM. Universa Indonesia sebagai sebuah platform berbagi knowledge seperti Digital, Technology, dan Komunikasi. Juga Agung Suryatno sebagai presentator untuk pelatihan daring tersebut.

Seharusnya saat itu dihadiri oleh maksimal 30 partisipan, namun yang hadir hanya 19 orang saja. Dibatasi 30 partisipan agar mentor yang presentasi bisa dengan mudah memonitoring para partisipan. Pelatihan membuat proposal dan presentasi bisnis tersebut benar-benar diajarkan cara-cara jitu agar proposal dan presentasi bisnis bisa berhasil dan tepat sasaran, mulai diajari dari nol, cara-cara mengembangkan ide, dan pemilihan platform untuj presentasi bisnis.

“Seringkali yang terjadi adalah ketika ide yang dikeluarkan dinilai tidak kuat dari sisi inovasi, ide seharusnya diakurasi terlebih dahulu. Karena dalam bisnis, ide tidak memiliki posisi yang dominan dalam keberhasilan bisnis,” lanjutnya dalam presentasi.

Agung juga menambahkan, bahwasannya hal yang tersusah dalam bisnis bukan dari bagaimana membuat ide bisnis yang briliant, namun bagaimana agar ide briliant yang diciptakan tersebut diterima oleh banyak orang. Selain menampilkan cara-cara pembuatan yang baik dan benar, juga menampilkan contoh-contoh proposal dan presentasi bisnis yang pernah ia buat dalam kurun waktu yang lama.

“Saya ingin ide yang pernah dibuat bisa menjadi inovasi para pebisnis dan UMKM agar tidak salah jalur dan tepat sasaran,” tandasnya.(rd/mg4)

 

Jurnalis : Adena

Editor : Pebri Mulya