kota amerika serikat

RADARDEPOK.COM – Kontur alam, sejarah, kebiasaan, dan adat istiadat masyarakat aslinya kerap menjadikan suatu kota ataupun negara jadi unik dan itu menjadi daya tarik tersendiri bagi para traveler.

Tetapi dari keunikan tersebut, kerap menjadikan sebuah kota mendapatkan predikat aneh. Salah satunya ada kota yang lebih banyak ‘dihuni’ oleh mayat, sampai warganya dilarang untuk meninggal.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut rangkum lima kota di antaranya.

 

1. Kota Matmata di Tunisia

kota tunisia

Tinggal di dalam bangunan es seperti igloo mungkin sudah tak lagi aneh. Tetapi bagaimana jika tinggal di dalam bangunan dari tanah, yang juga berlokasi di bawah tanah? Hmm.. Mungkin bisa dibilang aneh, ya.

Sebuah kota unik di Tunisia bernama Matmata adalah jawaban dari rasa penasaran itu. Dilansir Atlas Obscura, Matmata adalah sebuah kota yang rumah-rumah penduduknya berada di bawah tanah. Kota Matmata bahkan sempat populer karena dijadikan lokasi syuting rumah fiksi Luke Skywalker dalam film Star Wars.

Masyarakatnya menghuni lubang besar yang digali dari tanah-tanah berbatu. Rumah-rumah itu berbentuk gua dengan berbagai ruangan di dalamnya, mulai dari dapur, kamar tidur, hingga ruang tamu.

Bangunan berkonsep troglodyte itu diklaim dapat bertahan selama bertahun-tahun dan mengurangi sengatan panas matahari. Kecuali apabila terjadi hujan lebat yang menyebabkan banjir atau terjadi kekeringan ekstrem.

 

2. Kota Setenil de las Bodegas di Spanyol

Pernah berpikir tinggal dan hidup di bawah tebing? Mungkin tidak, tapi enggak bagi masyarakat yang hidup di Kota Setenil de las Bodegas, Spanyol.

Kota ini dibangun di atas tebing yang dulunya digunakan oleh bangsa Moor, penduduk Arab yang pernah menguasai Spanyol. Setenil de las Bodegas menjadi kawasan yang sangat terlindung pada masa itu.

Ketika penduduk Spanyol berhasil mengambil alih kuasa, tebing itu tak lagi dijadikan benteng. Sementara rumah-rumah di bawahnya tetap dipergunakan selama berabad-abad.

Lantaran tebing batu di atasnya dapat dimanfaatkan untuk mengurangi hawa panas ketika musim panas, dan sebaliknya pada musim dingin. Selain dijadikan pemukiman, warga setempat juga melaksanakan usahanya di rumah-rumah tersebut, seperti membuka kafe atau restoran.

Enggak heran banyak pelancong yang datang ke tempat ini hanya untuk membuktikan sendiri keunikannya, dan melihat lebih dekat batuan basalt yang menaunginya. Aduh, apa pada enggak takut tertimpa, ya?