Kepala Disdukcapil Kota Depok, Nuraeni Widiyatti
Kepala Disdukcapil Kota Depok, Nuraeni Widiyatti

 

Nuraeni mengatakan, pihaknya terus menggenjot raihan kinerja tersebut. Dengan cara gebyar layanan, serta mengingatkan warga yang belum punya akta kelahiran untuk segera mengurusnya. Perlu diketahui, perbedaan layanan biasa dengan gebyar layanan akta adalah apabila layanan biasa via Whatsapp layanan. Namun gebyar layanan, pemohon nanti akan mengirim berkas secara manual ke operator kelurahan. Serta gebyar layanan dikhususkan untuk usia 0-18 tahun.

“Nanti operator kelurahan akan mengirim ke dinas. Lalu kami identifikasi. Jika sudah lengkap akan kami proses input. Namun jika belum lengkap yang bersangkutan akan kami hubungi untuk segera melengkapi,” tegasnya.

Adapun syarat berkas akta kelahiran adalah mengisi formulir F2-01 yang tersedia di kelurahan, surat kelahiran dari Rumah Sakit (RS) atau klinik bersalin atau Surat Pertanggung Jawaban Mutlak (SPTJM) atas data kelahiran, fotokopi KK dan KTP orangtua yang bersangkutan, serta fotokopi akta nikah atau surat nikah atau SPTJM atas data perkawinan.

Syarat berkas akta kematian meliputi, surat keterangan kematian dari RS atau kepolisian atau lurah, KK atau KTP almarhum, dan mengisi formulir F2-29 yang tersedia di kelurahan.

“Standar pelayanan tersebut adalah tiga sampai tujuh hari setelah berkas diterima lengkap,” tutupnya. (rd/cr3)

 

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Pebri Mulya