Senin, Maret 1, 2021
Beranda Pendidikan 44 Anak di Rumah Yatim Diedukasi 3M

44 Anak di Rumah Yatim Diedukasi 3M

0
44 Anak di Rumah Yatim Diedukasi 3M
AYO BERSIH-BERSIH: Praktik enam langkah cuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir, yang dibimbing langsung oleh Tim Pengabdi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI). FOTO : ISTIMEWA
rumah yatim diajari 3M
AYO BERSIH-BERSIH : Praktik enam langkah cuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir, yang dibimbing langsung oleh Tim Pengabdi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sejumlah akademisi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) yang diketuai Dekan FIK UI Agus Setiawan, menjalankan sejumlah rangkaian kegiatan untuk mempromosikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan program pemerintah 3M kepada anak-anak yatim di Rumah Yatim Ceria Seribu Pulau, Bekasi.

Sebanyak 44 anak terlibat dalam kegiatan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para peserta tentang berperilaku hidup bersih dan sehat.

Ketua Tim Pengmas, Agus Setiawan menuturkan, program pengmas yang diusung sebenarnya telah dirancang sejak sebelum pandemi Covid-19 melanda. Berkenaan dengan situasi saat ini, edukasi PHBS dirasa semakin relevan, sehingga pihaknya tetap melanjutkan kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Momen ini sekaligus menjadi ajang implementasi dan contoh bagi anak-anak di rumah yatim, agar mereka dapat selalu taat dengan protokol kesehatan dan disiplin menerapkan PHBS.

“Dalam kegiatan tersebut, kami juga menyosialisasikan tentang program pemerintah 3M. Yaitu Menggunakan masker, Mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan Menjaga jarak,” ungkap Agus.

Lebih lanjut, salah seorang anggota Tim Pengmas FIK UI Ns. La Ode Abdurrahman, mengatakan bahwa para remaja menyambut hangat dan antuasias kedatangan Tim Pengmas FIK UI.

“Pemilihan rumah yatim sebagai lokasi edukasi PHBS sangat tepat di tengah pandemi saat ini. Sebagaimana diketahui bahwa anak remaja yang ada di Rumah Yatim Ceria Seribu Pulau tinggal bersama-sama dan saling berinteraksi satu sama lain,” terangnya.

Jumlah remaja yang cukup banyak tinggal di satu tempat dan saling berinteraksi mengharuskan mereka mampu dan tetap menjaga kebersihan demi menjaga kesehatan diri sendiri dan orang sekitarnya.

“Penyebaran virus dengan mudah terjadi, perilaku rajin mencuci tangan, menggunakan masker saat berinteraksi dengan orang lain dan menjaga kesehatan menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah terjadinya penularan virus,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, materi edukasi disampaikan oleh Syamikar Baridwan berkenaan dengan Covid-19 dan pentingnya PHBS dalam menjaga diri dari penularan Covid-19, sebagai upaya memutus rantai penularan Covid-19 di masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Tim Pengmas FIK UI juga mengajarkan praktik cuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir, dilakukan oleh semua peserta melalui enam langkah cuci tangan.

Diharapkan, melalui kegiatan ini, anak-anak di rumah yatim dapat menjadikan PHBS sebagai suatu kebiasaan baru yang patut diterapkan dengan disiplin.

“Diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para peserta tentang berperilaku hidup bersih dan sehat, untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan memutus mata rantai penularan Covid-19,” pungkasnya. (rd/gun)

 

Jurnalis : M. Agung HR

Editor : Pebri Mulya