Beranda Utama Anak Terlantar di Jawa Barat Mencapai 150 Ribu Orang

Anak Terlantar di Jawa Barat Mencapai 150 Ribu Orang

0
Anak Terlantar di Jawa Barat Mencapai 150 Ribu Orang
ILUSTRASI
Ilustrasi anak terlantar
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, BANDUNG – Di Jawa Barat ada sekitar 150 ribu anak yang termasuk dalam kategori anak terlantar.

Rata-rata, anak telantar tersebut adalah korban dari ketidakharmonisan rumah tangga, dengan usia bayi hingga remaja.

Mengacu kepada Data Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat (Dinsos Jabar) yang dipublikasi ulang BPS Jabar, tercatat 135,787 anak telantar di Jabar tapi itu data pada 2018. Dari data itu paling banyak anak telantar, ditemukan di Kabupaten Sukabumi dengan jumlah 61,239 anak.

Kemudian anak-anak telantar paling banyak kedua ditemukan di Kabupaten Indramayu, dengan jumlah 13,940 anak. Diikuti Kabupaten Bandung 7,628 anak dan Kabupaten Subang 7,134 anak. Sementara jumlah anak telantar paling sedikit terlaporkan di Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Garut dengan angka sekitar 70-an anak.

Kepala Rehabilitasi Sosial Dinsos Jabar, Adun Abdullah Syafii mengatakan, sebenarnya jumlah anak yang telantar di Jabar bisa mencapai 200 ribuan anak. Hal itu, disandingkan dengan perkembangan jumlah penduduk Jabar yang hampir menyentuh 50 juta orang, berikut bonus demografis kaum milenal yang akan mendominasi dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan.

“Karena anak (telantar) ini korban sebetulnya, dari ketidakharmonisan suami istri, korban dari perilaku kemaksiatan, kalau bisa saya bahasakan, yang memang ujung-ujungnya dampak dari kurang edukasi, baik itu secara agama atau pun medis. Nah, sehingga terjadilah seperti ini dan ini harus ada penanganan serius, dan pak gubernur memberikan contoh dengan mengangkat anak,” ujar Adun.

Adun menuturkan, anak-anak telantar tersebut kini masih berada di lingkungan keluarganya dan sebagian lainnya berada di dalam panti sosial swasta atau dibina pemerintah.

“Yang di panti paling tidak sampai ke angka 20 ribu, dan panti milik Pemerintah Provinsi Jabar hanya ada empat, dengan kapasitas 100 orang per pantinya di Ciumbuleuit, Subang, Cisurupan dan Bogor,” tuturnya.