Antisipasi Aspek Hukum Vaksin Covid-19

In Pendidikan
aspek hukum korona
PESERTA KULIAH UMUM : Fakultas Hukum Universitas Indonesia melalui Center for Health Law and Policy, mengadakan Kuliah Umum Hukum Kesehatan, bertajuk Antisipasi Vaksin Covid-19 dan Pemenuhan Hak Masyarakat Terhadap Akses Kesehatan. FOTO : UI FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) melalui Center for Health Law and Policy, mengadakan Kuliah Umum Hukum Kesehatan bertajuk Antisipasi Vaksin Covid-19 dan Pemenuhan Hak Masyarakat Terhadap Akses Kesehatan.

Kuliah umum ini diisi pemaparan yang disampaikan Prof. Tjandra Yoga Aditama, Guru Besar Fakultas Kedokteran UI Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi. Serta dihadiri Dekan FHUI Edmon Makarim, dan Ketua Center for Health Law and Policy, yang juga merupakan pengajar hukum kesehatan FHUI Wahyu Andrianto.

Kuliah umum tersebut disaksikan 296 peserta, berasal dari berbagai instansi dan profesi, mulai dari mahasiswa UI, dokter, pengajar atau dosen, pemerintahan, manajemen rumah sakit, puskesmas, serta instansi atau profesi lainnya. Kuliah ini menjadi sarana bagi para peserta untuk memahami kondisi pandemi global khususnya isu vaksin Covid-19, serta posisi Indonesia dalam rangka pemenuhan hak atas kesehatan yang menjadi tanggung jawab dan tantangan Indonesia.

Ketua Center for Health Law and Policy FHUI Wahyu Andrianto menuturkan, hingga saat ini terdapat 172 negara di dunia dan 1.000 lebih perusahaan farmasi atau riset obat-obatan yang terlibat dalam ‘perlombaan’ untuk menemukan, menciptakan dan memproduksi vaksin Covid-19. Sehingga vaksin Covid-19 tidak lagi hanya penting terhadap kepentingan kesehatan masyarakat, namun juga mengandung nilai ekonomi yang cukup besar.

“Siapapun yang menguasai vaksin Covid-19 memiliki hak untuk melakukan monopoli atas Hak Kekayaan Intelektual, sehingga dapat memonopoli pasar vaksin serta menetapkan harga yang cukup tinggi,” ungkapnya.

Kemudian di sisi negara, negara yang pertama kali menemukan, menciptakan dan memproduksi vaksin dapat menggunakan vaksin tersebut sebagai bargaining power dan alat hegemoni dan menjalankan kepentingan nasional negara tersebut dalam bidang ekonomi, politik hingga militer.

Prof. Tjandra menjelaskan tentang dinamika pandemi global Covid-19 yang sampai saat ini belum menemui titik terang penyelesaian, terutama dalam hal siklus penyebaran, pola, dan kejadian yang terus berkembang. Ia juga menyampaikan cara kerja vaksin yang dalam konteks Covid-19 bisa memberikan imunitas terhadap populasi yang belum terjangkit, sehingga mampu menekan rantai penyebaran Covid-19.

1 of 2

You may also read!

pokja kesehatan pangkalanjati

Pokja Kesehatan Pangkalanjati Sukses Tekan Korona

KHIDMAT : Lurah Pangkalanjati, Tarmuji bersama Ketua Pokja Kelurahan Sehat Pangkalanjati, Saperin Sanusi dan kader,

Read More...
Kabid Tata Bangunan Disrumkin Kota Depok, Suwandi

Kerusakan Gedung Pramuka Segera Diperbaiki

Kabid Tata Bangunan Disrumkin Kota Depok, Suwandi.   RADARDEPOk.COM, DEPOK – Baru dilaunching pada Agustus 2020, sejumlah

Read More...
jatijajar sewa lahan sampah

RW2 Jatijajar Terpaksa Sewa Lahan Transit Sampah

BERMASALAH : Ketua RW2 Jatijajar, tengah meninjau lokasi transit sampah. FOTO : LULU/RADAR DEPOK   RADARDEPOK.COM, JATIJAJAR

Read More...

Mobile Sliding Menu