sidik pegang hape
Kepala Dinas Konunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono.
sidik pegang hape
Kepala Dinas Konunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Membangun Kota Pintar atau Smart City dibutuhkan seluruh peran dinas, yang terdapat di tubuh Pemerintah Kota Depok. Hal tersebut setelah Kota Depok menjalankan evaluasi satu tahun sebagai 100 Smart City tingkat nasional. Senin (23/11)

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono menyampaikan Depok sebagai smart city sejak 2019 dan kini telah dievakuasi karena sudah berjalan satu tahu. Prinsipnya bicara kota pintar titik beratnya SDM atau ASN.

“Pemerintah yang cerdas, yaitu sdmnya yabg juga cerdas, sehingga bisa berjalan berkesinambungan karna semua terlibat,” terang Sidik kepada Radar Depok diruangannya.

Memang, Sidik mengakui peran Diskominfo cukup vital mengingat saat ini era digitalnyang seluruhnya terintegritas, demi pelayanan yang mudah, cepat, serta transparan.

Pihaknya dalam menuju kota cerdas berkewajiban memegang peran,mengelola data center atau server, pengelolaan akses interner dalam kota, kelola domain, melakukan kemanan informasi jaringan, baik jaringan kemanan pemerintah, serta integrasi data dan layanan.

“Buat saya, wajib semua OPD yang mau membangun suatu aplikasi harus berkoordinasi dengan Diskominfo. baik data dan sistem dapat terintegrasi. selanjutnya kami yang akan melakukan pengembangan aplikasi,” tegas Sidik.

Menurutnya, kemudian melakukan penyelenggaraan untuk smart city itu sendiri, harus mempersiapkan semuanya. Terutama, semua OPD harus berinofasi, dlm rangka memecah masalah dalam melayani publik, dengan cara digital yang mudah diakses.

“Kota Cerdas juga selaku mempersiapkan para SDM-nya dengan pelatihan yang rutin setiap tahunnya. Namun tahun ini harus dikesampingkan karena pandemi, biayanya harus dialokasikan penanganan covid 19 di Kota Depok,” pungkasnya. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya