Sabtu, Maret 6, 2021
Beranda Metropolis Cegah Klaster Wisata Terminal Disembur Disinfektan

Cegah Klaster Wisata Terminal Disembur Disinfektan

0
Cegah Klaster Wisata Terminal Disembur Disinfektan
PERANGI COVID-19: Relawan PMI Kota Depok saat menyemprotkan cairan disinfektan menggunakan alat stim di kantor dan seluruh area Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
terminal jatijajar disinfektan
PERANGI COVID-19 : Relawan PMI Kota Depok saat menyemprotkan cairan disinfektan menggunakan alat stim di kantor dan seluruh area Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mencegah Klaster wisata usai libur panjang, PMI Kota Depok bergerak cepat dengan menyemprotkan 800 liter disinfektan di Terminal Jatijajar dengan luas lahan sekitar 10 hektar. Kantor, bis, serta ruang pelayanan tak luput dari semburan sterilisasi tersebut.

Koordinator Logistik PMI Kota Depok, Ary Parasetyo menerangkan, penyemprotan memang inisiatif dari organisasi kepalang merahan tersebut untuk terus memerangi pandemi di berbagai wilayah, terutama bagi tempat pelayanan, seperti terminal, stasiun, jalan protokol, hingga ke permukiman.

“Ini bentuk nyata kami untuk terus mengambil peran penting demi memberikan kenyamanan bagi masyarakat, kita koordinasi dengan karyawan terminal buat penyemprotan,” terangnya kepada Radar Depok. Kamis (04/11)

Menurutnya, sterilisasi Terminal perlu dilakukan secara rutin, mengingat aktifitas di terminal selalu penuh masyarakat dengan berbagai kepentingan. Sehingga harus ada antisipasi agar tidak terjadi penyebaran covid 19.

Dalam mengoptimalkan penyemprotan, PMI menerjunkan satu tim yang berisi enam relawan, dengan bantuan dua alat penyemprotan manual untuk masuk ke berbagai ruangan, dan satu alat stim pada mobil bak terbuka yang sudah di modifikasi.

“Menghabiskan waktu sekitar 3 jam. Mulai dari 12 sampai jam 3 siang,” ungkapnya.

Tak hanya itu, PMI juga memberikan wastafel portabel untuk mengubah masyarakat menuju Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.