pelaksanaan debat pilkada depok
Suasana debat publik paslon Pilkada Depok tahun 2020. FOTO : ISTIMEWA
pelaksanaan debat pilkada depok
Suasana debat publik paslon Pilkada Depok tahun 2020. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tampil perdana pada debat publik, kedua Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Depok saling ‘serang’ ide dan gagasan, Minggu (22/11). Debat yang disiarkan langsung tersebut, mengambil tema Tata Kelola Pemerintahan, Pelayanan Publik dan Hukum di Kota Depok Dalam Era Kebiasaan Baru.

Paslon nomor urut 1 Pradi Supriatna dan Afifah Alia, serta Paslon nomor urut 2 Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono tampil agresif dalam setiap menjawab pertanyaan. Begitu pun ketika menanggapi pertanyaan lawannya. Debat yang berlangsung hampir dua jam tersebut pembahasannya menjadi lebih menarik.

Di antaranya, Cawalkot nomor urut 1, Pradi Supriatna menjelaskan soal angkutan massal. Ia menyebutkan, Jakarta, Depok, Bekasi, dan Bogor, fakta yang terjadi saat itu sudah membuat bersama-sama rencana terkait dengan terintegrasinya angkutan massal. Namun demikian, beberapa wilayah sudah on going terkait LRT, dan Kota Depok belum.

“Ini mudah-mudahan ke depan, terkait hal ini kami akan terus berkomunikasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat,” terang Pradi.

Selain itu lanjut Pradi, dalam mengatasi persoalan kemacetan pihaknya akan meluaskan jalan-jalan yang ada, tapi komit kepada rencana tata ruang. Dan ingin konektivitas antar wilayah, tidak hanya bertumpuk pada tengah kota saja. Ia pun akan melibatkan berbagai stakeholder terutama para ahli dan akademisi untuk hal seperti ini.

“Saya yakin masyarakat Depok dari periode tiga, empat, sampai lima tahun ini akan merasakan apa yang kami kerjakan di masa periode kami,” ucap Pradi.

Kemudian Afifah menambahkan, tahun pertama pastinya akan melakukan perencanaan, di tahun ke dua akan dimulai eksekusinya, di tahun ketiga, keempat, dan kelima semoga masyarakat Kota Depok sudah merasakan apa yang sudah dieksekusi.

“Intinya adalah Pemkot Depok harus segera menyediakan lahan untuk bisa menyerap anggaran dari pusat dan provinsi,” tutur Afifah.

Pernyataan Paslon nomor urut 1 tersebut kemudian ditanggapi oleh Paslon nomor urut 2. Mohammad Idris mengatakan, baginya tidak hanya atau baru merencanakan, tapi ia sudah melakukan sebelumnya.