pelaksanaan debat pilkada depok
Suasana debat publik paslon Pilkada Depok tahun 2020. FOTO : ISTIMEWA

 

Pertama, tentang studi angkutan massal berbasis rel, dengan menghasilkan empat koridor. Ini sudah dilakukan, bekerjasama dengan BPTJ dalam studi lanjutan angkutan massal berbasis rel pada tahun ini. Juga JR Connection dari GDC ke Jakarta dan JA Connection dari Terminal Terpadu dan Cinere ke Bandara Soekarno Hatta. Penataan shelter ojek online pun sudah dilakukan. Manajemen rekayasan lalulintas dengan Sistem Satu Arah (SSA) atas restu dan kesepakatan dari Kementerian Perhubungan. Lalu kanalisasi kendaraan roda dua dan empat bekerjasama dengan Polres di Jalan Margonda Raya khususnya.

“Dan juga yang terakhir, kami sudah membentuk Dewan Transportasi Kota. Jadi bukan perencanaan lagi, ini sudah dilakukan dan akan kami lanjutkan,” tutur Idris.

Idris melanjutkan, karena memang prestasi-prestasi yang sudah diraih di antaranya jumlah CTS dengan lima CCTV yang ada di traffic light. Ia juga mengaku telah mendapatkan Wahana Tata Nugraha tahun 2019 atas penilaian kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan.

“Kami juga meraih penghargaan dari Polda yaitu Road Safety Partnership action,” ujar Idris.

Pernyataan Idris tersebut ditanggapi Pradi.

Pradi mengatakan, pada saat mendapatkan Wahana Tata Nugraha, karena itu sifatnya ekspose dari 524 kabupaten/kota se-Indonesia dan kebetulan yang ekspose adalah dirinya di Kementerian Perhubungan bersama dengan kepolisian saat itu.

“Saya dengan Dishub Kota Depok, ekspose perencanaan ini dan hasilnya luar biasa. Kami mendapatkan angka seratus tanpa cacat,” ujar Pradi.

Namun demikian menurut Pradi, hendaknya komunikasi yang efektif antara Kota Depok sebagai daerah penyangga ibu kota tentunya tidak bisa lepas dari ibu kota dan pemerintah pusat.

“Nah, ini kami beberapa kali komunikasi yang solid, kucuran-kucuran terkait kemudahan mendapatkan transportasi publik ini betul-betul bisa terealisasi,” ucap Pradi.

Kemudian debat berlanjut pada pertanyaan untuk Paslon nomor urut 2, tentang birokrasi. Pertanyaan yang dilontarkan pembawa acara yaitu inovasi, strategi, dan kebijakan apa yang akan diciptakan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan ramah informasi teknologi?