SMK putra bangsa supervisi
EVALUASI : SMK Putra Bangsa mengadakan supervisi akademik untuk 45 gurunya. FOTO : SMK PUTRA BANGSA FOR RADAR DEPOK
SMK putra bangsa supervisi
EVALUASI : SMK Putra Bangsa mengadakan supervisi akademik untuk 45 gurunya. FOTO : SMK PUTRA BANGSA FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Meski masih menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), SMK Putra Bangsa tetap memperhatikan kualitas dan kuantitas dari pembelajaran yang disampaikan guru ke siswa dengan supervisi akademik.

Tetapi, tentu berbeda dari teknis sebelumnya, dimana pada masa pandemi virus Korona (Covid-19), SMK yang berlokasi di Gg. Kedondong, Jalan Margonda, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji ini menerapkan supervisi akademik dengan media conference.

“Biasanya supervisi akademik dilakukan dengan kunjungan ke kelas saat guru mengajar, tetapi ini supervisinya saat guru memberikan materi di media conference,” ucap Wakil Kepala SMK Putra Bangsa, Ririn Kusrini.

Ririn menjelaskan, yang menjadi penilai dalam supervisi akademik adalah kepala sekolah (kepsek), wakil kepsek, dan kepala program. Komponen yang menjadi penilaiannya adalah perangkat administrasi pembelajaran, proses pembelajaran, dan media pembelajaran.

“Seluruh guru yang disupervisi, yakni ada 45 guru,” jelasnya.

Ririn menerangkan, tujuan dari supervisi akademik ini, untuk melihat dan menilai proses pembelajaran yang dilakukan guru dan juga melihat administrasi yang di buat oleh guru tersebut dari mulai perencanaan pembelajaran sampai dengan penilaian.

“Bertujuan dapat melihat langsung keefektifan proses penbelajaran yang dilakukan guru terutama dimasa pandemi, dan bagaimana kreatifitasnya untuk menyiapkan media pembelajaran agar materi mudah disampaikan dan dipahami oleh siswa,” terangnya.

Ririn menuturkan, kegiatan supervisi akademik ini dilakukan setahun dua kali, dan untuk kali ini dilakukan selama dua pekan, yakni dari tanggal 16 – 27 November 2020, yakni supervisi semester gasal. Nantinya, di semester genap akan dilakukan lagi dan menjadi bahan evaluasi sudah sejauh mana peningkatan kualitas guru dalam proses pembelajaran.

“Kepsek dapat melihat kualitas dan kesiapan guru-guru dalam proses pembelajaran, bukan hanya administrasi saja. Administrasi dapat dibeli tapi proses pembelajaran yang efektif, menarik, dan kreatif apalagi dimasa pandemi seperti ini sangat amat diperlukan,” tuturnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya