Minggu, Maret 7, 2021
Beranda Politika Dewan Jabar Satu Suara Pradi-Afifah

Dewan Jabar Satu Suara Pradi-Afifah

0
Dewan Jabar Satu Suara Pradi-Afifah
SOLID : Jajaran Anggota DPRD Jawa Barat Dapil Kota Depok-Kota Bekasi, saat konsolidasi pemenangan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok Nomor Urut 1, Pradi Supriatna – Afifah Alia, di Kelurahan/Kecamatan Sawangan, Sabtu (31/10). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK
dewan satu suara untuk pradi
SOLID : Jajaran Anggota DPRD Jawa Barat Dapil Kota Depok-Kota Bekasi, saat konsolidasi pemenangan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok Nomor Urut 1, Pradi Supriatna – Afifah Alia, di Kelurahan/Kecamatan Sawangan, Sabtu (31/10). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Barisan koalisi pengusung Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok Nomor Urut 1, Pradi Supriatna – Afifah Alia menunjukan kesolidannya. Tak main-main, bahkan Anggota DPRD Jawa Barat Dapil Kota Depok-Kota Bekasi, sampai turun gunung guna mengamankan suara, 9 Desember nanti.

Sabtu (31/10), mereka melakukan konsolidasi bersama para relawan dan pendukung. Anggota DPRD Kota Depok yang masuk dalam Koalisi Depok Bangkit pun hadir. Tujuannya satu. Terus melakukan penetrasi di tiap-tiap basis massa.

Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PAN, Hasbullah Rahmad ingin, semua partai pengusung dapat berkonsentrasi ke basis suara Pemilu 2019.

“Kalau caleg yang jadi maupun tidak jadi itu fokus, saya kira itu kita bisa menang,” ungkapnya kepada Radar Depok.

Ia pun meminta kepada tim yang turun ke lapangan, bisa mengampanyekan 10 program unggulan Pradi-Afifah, agar bisa dipegang oleh masyarakat. Karena banyak juga yang memilih berdasarkan tawaran program yang digulirkan.

“Saya kira program itu ada di RPJMD. Disana kita melihat bahwa kedepan ada perubahan atau tidak, akan terlihat dari konsep program calon,” tegas Bang Has, sapaannya.

Lebih lanjut, ia melihat ada sejumlah problema akut yang tak kunjung selesai di Kota Depok. Banjir misalnya. Kondisi ini, menunjukan bila drainase di Kota Belimbing tak berfungsi dengan baik. Tidak terkoneksi antara primer, sekunder, dan tersier.

“Sebenarnya bisa dilakukan kajian teoritis. Melihat cetak biru tentang sistem drainase kota,” terangnya.