orang tua korban tawuran
KELUARGA KORBAN TAWURAN : Ibu dan Kakak pertama korban tawuran saat menunjukan foto korban, di RT2/1 Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari Kota Depok, Jumat (13/11). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

Setelah acara berakhir, korban bilang mau ngumpul sama teman-temannya, untuk makan ambong (Besek) yang di dapat dari masjid saat Maulid. Tak lama Umiyati tiba di rumah, ternyata korban pulang ke rumah. Dan sempat dimintai tolong ke warung membeli obat nyamuk.

Setelah membelikan yang diminta ibunya. Kemudian almarhum langsung pergi main bersama temannya, dengan berbonceng tiga dalam satu motor. Hingga lewat dari pukul 24:00 WIB, ternyata korban tak kunjung kembali ke rumah. Rasa khawatir seorang ibu tak bisa lagi disembunyikan, resah, gelisah hingga tak enak tidur dirasakan  Umiyati.

Begitu pun dengan Ardi, ketika pukul 01:00 WIB, sempat keluar rumah karena merasa ada bayangan yang lewat. Tetapi pas dia ke depan, tidak ada siapapun. Tak lama waktu berselang, anak ketiga yang juga merupakan kakak kelas di SMK Darul Ulum, pulang dan memberikan info kepada Ardi bahwa sang adik (Iwan) tengah berada di RSUD Kota Depok.

Gemetar, panik, semua campur aduk suasana saat itu. Kakak pertama dan ketiga, langsung bergegas ke rumah sakit melihat kondisi sang adik. Tangis pun memecah keheningan malam, saat dokter RSUD Depok bilang nyawa Iwan tak bisa diselamatkan lagi. Karena luka bacok yang begitu parah di punggung Iwan.

Sempat tak terima, dan ingin menyalahkan takdir. Tetapi, mereka sadar maut sudah diatur Sang Pencipta. Belakangan, memang korban sedang giat mengaji dan selalu menjalankan salat lima waktu tak seperti biasanya.

Siapa sangka, satu hari sebelum kejadianpun. Almarhum memijat ibunya sambil berharap diberikan hadiah sebuah telepon genggam yang saat ini diidam-idamkan, seperti teman-teman sebayanya, yang begitu asyik memainkan gadget dimanapun dan kapanpun.

“Memang saya belum berikan handphone, karena saya bilang belajar dulu yang benar, nanti baru dibeliin,” jelas ibu lima anak ini.

Anak yang terkenal rajin dalam mengerjakan tugas sekolah ini pun, diketahui baru pertama kali mengikuti tawuran. Karena menggantikan temannya yang tak boleh keluar rumah oleh orang tuanya.