wanita tani pagoda
PENGABDIAN : Dosen UPN Veteran Jakarta saat Abdimas di KWT Pagoda, Kampung Cigundi, Lebak, Banten. FOTO : ISTIMEWA
wanita tani pagoda
PENGABDIAN : Dosen UPN Veteran Jakarta saat Abdimas di KWT Pagoda, Kampung Cigundi, Lebak, Banten. FOTO : ISTIMEWA

 

Dalam tugas pengabdian masyarakat (Abdimas). Dosen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, melakukan PKM bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Pagoda penghasil Enye-enye di  Kampung Cigundi, Lebak, Banten.

Laporan : Ricky Juliansyah

RADARDEPOK.COM – Kegiatan yang dilaksanakan sejak Maret sampai November 2020 ini melatih KWT melalui sosial media marketing berbasis mobile dalam keterbatasan ruang gerak selama Covid-19.

Ketua Tim Pengabdi, Miguna Astuti mengatakan, permasalahan yang dihadapi KWT Pagoda, yakni rendahnya kemampuan berorganisasi/kelembagaan mitra, produk Enye-Enye masih diproduksi dalam bentuk setengah jadi dengan kualitas produk, harga, dan kemasan yang masih rendah, rendahnya kemampuan mitra terkait pemanfaatan telepon seluler serta akses internet yang dimiliki dalam memperbaiki kelembagaan/organisasi dan kualitas Enye-Enye dan rendahnya kemampuan Mitra dalam berpromosi.

“Kemudian, menggunakan pemasaran media sosial berbasis mobile sebagai wadah promosi Enye-Enye,” kata Miguna Astuti didampingi Anggota Tim Pengabdi, Nurhafifah Matondang.

Pihaknya pun memberikan solusi, yakni dengan penguatan organisasi, peningkatan kualitas produk, harga dan kemasan Enye-Enye, pelatihan penggunaan telepon seluler (mobile) dalam melaksanakan aktifitas kelembagaan dan perbaikan kualitas Enye-Enye dan  peningkatan kemampuan Mitra dalam berpromosi.

“Juga menggunakan pemasaran media sosial berbasis mobile sebagai wadah promosi,” paparnya.

Adapun kegiatan yang dilakukan selama Maret hingga November ini, sambung Miguna Astuti, seperti kegiatan pelatihan dan pendampingan penguatan kelembagaan/organisasi, pelatihan dan pendampingan peningkatan kualitas produk, harga dan kemasan Enye-Enye, penggunaan telepon seluler (mobile) dalam melaksanakan aktifitas kelembagaan dan perbaikan kualitas Enye-Enye.

“Dan pelatihan dan pendampingan berpromosi serta menggunakan pemasaran media sosial berbasis mobile sebagai wadah promosi,” terangnya.