Sabtu, Maret 6, 2021
Beranda Pendidikan Dua Mahasiswa Asal Depok, Jadi Wakil Indonesia ke Turki

Dua Mahasiswa Asal Depok, Jadi Wakil Indonesia ke Turki

0
Dua Mahasiswa Asal Depok, Jadi Wakil Indonesia ke Turki
KOMPAK : Chandrina Damayanti Setiasih dan Diva Devina Dewanto akan mewakili Indonesia dalam konferensi tingkat internasional Istanbul Youth Summit (IYS). FOTO : ISTIMEWA
dua mahasiswa depok ke turki
KOMPAK : Chandrina Damayanti Setiasih dan Diva Devina Dewanto akan mewakili Indonesia dalam konferensi tingkat internasional Istanbul Youth Summit (IYS). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Diva Devina Dewanto dan Chandrina Damayanti Setiasih berhasil menjadi perwakilan Indonesia untuk ikut serta dalam Istanbul Youth Summit 2021 yang diadakan di Turki.

Kedua mahasiswa asal Kota Depok tersebut, akan ikut dalam konfrensi pemuda tingkat internasional keempat yang diikuti 23 negara. Diva adalah mahasiswa dari Universitas Nasional yang tinggal di Kecamatan Beji dan Chan adalah mahasiswa dari Institut Teknologi dan Kesehatan yang tinggal di Kecamatan Sukmajaya.

“Dari 126 negara, hanya 23 negara saja yang lolos, salah satunya Indonesia setelah melewati seleksi Motivation Letter dan Essay. Untuk Essay ada enam tema yang ditawarkan yakni pendidikan, ekonomi, pemerintahan, sosial, kesehatan masyarakat, dan lingkungan,” ujar Diva Devina Dewanto saat ditemui Radar Depok.

Partisipasinya dalam gelaran acara ini akan mewakili nama Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki SDM yang kompeten, respektif, dan adaptif. Selain itu, juga membawa budaya Indonesia ke ajang forum internasional.

“Pastinya ajang ini bisa menunjukkan kepada dunia, bahwa remaja Indonesia juga memiliki potensi dan bakat berskala internasional,” ujar Diva.

Di tempat yang sama, Chandrina Damayanti Setiasih yang akrab dipanggil Chan menerangkan Essay yang sudah dibuat nantinya akan dilombakan untuk nominasi Essay terbaik.

Selain masuk nominasi, tema Essay yang mereka bawakan akan dibahas per bidang dengan peserta dari negara lainnya.

Essay kami nantinya akan menjadi projek sosial dan kami menjadi relawannya. Tiap Essay bakal dibahas per bidang, dimusyawarahkan dengan teman dari berbagai negara,” ujar Chan.