FFUP pengelolaan sampah
KEGIATAN : FFUP menyelenggarakan kegiatan talkshow dengan tema Edukasi dan Aplikasi Pengelolaan Sampah Berbasis Pemilahan Sampah di Lingkungan FFUP, Jumat (27/11). FOTO : ISTIMEWA

 

Topik kedua dan merupakan topik utama disampaikan oleh seorang konsultan dan penggiat hidup sehat, Fenti Atmawinata. Dalam talkshow ini Fenti menyampaikan materi tentang ecoenzyme dari sampah organik, mulai dari bahan – bahan yang diperlukan, alat dan prosedurnya.

Tidak hanya itu, Fenti juga memaparkan aplikasi dan manfaat ecoenzyme dalam kehidupan sehari – hari yaitu antara lain sebagai pembersih udara, pengusir serangga, pencuci baju, mobil, dan sebagai organic fertilizer.

Ecoenzyme memiliki aktivitas sebagai anti bakteri, anti jamur dan anti virus,” tutur Fenti sambil menunjukkan referensi berupa hasil penelitian dari jurnal international.

Di akhir sesi Fenti menampilkan video pembuatan ecoenzyme dari sisa kulit buah, dimulai dari persiapan hingga panen dengan langkah – langkah yang sangat jelas dan menarik, sehingga memperdalam pemahaman peserta dalam teknis pembuatan ecoenzyme. Topik terakhir dari sesi pemaparan materi adalah pengelolaan sampah masker sekali pakai yang disampaikan oleh Esti Mulatsari.

Dalam pemaparan materi tersebut disampaikan dampak membuang sampah masker sekali pakai secara sembarangan, cara membuang masker sekali pakai dan cara pengelolaan sampah masker sekali pakai agar tidak merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat.

Untuk mendukung realisasi program pemilahan sampah di FFUP, melalui program PKM ini, tim dosen pelaksana juga melakukan pengadaan beberapa set tempat sampah 3 jenis (bak sampah organik, anorganik dan B3) sebagai sarana pemilahan sampah di FFUP. Tempat sampah tersebut telah di serahterimakan kepada Dekan FFUP Senin, (23/11).

Serangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan sangat lancar dibawah koordinasi ketua tim Nurita Andayani dengan kerjasama yang apik dari para anggotanya yaitu Moordiani, Sondang Khairani, Greesty F Swandiny, dan Esti Mulatsari dengan melibatkan tiga mahasiswa sebagai tim teknis yaitu Nesha Mutiara, William Nathanial Tjandrawidjaya, dan Kevin Ilham Alfath Yangga. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya