Minggu, Maret 7, 2021
Beranda Pendidikan FIA UI Kaji Minat Beli Masyarakat di Masa Pandemi

FIA UI Kaji Minat Beli Masyarakat di Masa Pandemi

0
FIA UI Kaji Minat Beli Masyarakat di Masa Pandemi
ASRI : Suasana kampus Universitas Indonesia Kota Depok. FOTO : DOK. RADAR DEPOK
gedung rektorat UI
ASRI : Suasana kampus Universitas Indonesia Kota Depok. FOTO : DOK. RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sejumlah akademisi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), yang tergabung dalam tim Periset Cluster Innovation and Governance (CIGO) FIA UI mengkaji tentang dampak pandemi Covid-19 terhadap sikap masyarakat dalam polarisasi antara pandemi dan resesi, serta minat beli masyarakat terhadap beberapa sektor di masa pandemi ini.

Penelitian yang bekerja sama dengan Tanoto Foundation ini, menghasilkan strategi dan rekomendasi kebijakan untuk menekan krisis kesehatan dan krisis ekonomi di Indonesia akibat Covid-19.

Tim peneliti terdiri dari Eko Sakapurnama; Nurul Safitri; Umar F Achmadi; Faris Bagus Pradana; dan Bunga Tiana. Penelitian dilakukan terhadap 772 responden di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), dengan periode pengambilan data pada 14-30 September 2020.

Meskipun responden memiliki persepsi untuk mematuhi prosedur kesehatan, namun sebanyak 18,8 persen atau 145 responden sering menggunakan masker dengan tidak benar.

Tim periset CIGO FIA UI merekomendasikan agar pemerintah dapat terus melakukan edukasi secara lebih seksama melalui berbagai kanal (multimedia), dan dialog bersama tokoh masyarakat atau ulama atau pimpinan wilayah lokal (lurah, kader posyandu, puskesmas, RT/RW) agar masyarakat meyakini eksistensi dan risiko Covid-19 terhadap kesehatan. Kebijakan promotif dan preventif kesehatan perlu ditingkatkan. Penegakan hukum juga perlu lebih ketat agar terbentuk budaya disiplin terkait protokol kesehatan Covid-19, baik oleh masyarakat maupun pelaku usaha.

“Kami juga merekomendasikan agar pemerintah mengintensifkan kebijakan surveilans yaitu tracing, testing dan treatment, mengingat kasus penularan harian COVID-19 di Indonesia terus meningkat meskipun PSBB total jilid 2 di DKI Jakarta sudah diterapkan,” ungkap Eko.

Selain itu lanjut Eko, kebijakan surveilans dapat diintensifkan dengan menggunakan segenap ASN kesehatan dan membuka tenaga relawan lulusan kesehatan masyarakat, ilmu keperawatan maupun kedokteran.