Generasi yang Hilang Ditelan Covid-19

In Ruang Publik

artikel rodiah 

Oleh : Rodiah Ambarsari, M.Pd

Guru SMP Negeri 1 Kota Depok

 

BU kapan kita bisa sekolah normal lagi ?” “ Ibu aku kangen ketemu Ibu.” “ Kapan ya kita bisa praktikum di laboratorium lagi, meneliti jaringan sel hewan dan tumbuhan dengan mikroskop, mengamati transportasi air pada tumbuhan, menghitung massa benda dengan neraca, mengetahui kandungan klorofil dalam daun, kangen praktikum di laboratorium sekolah ?

Setiap hari di sela jam BDR ( Belajar Dari Rumah ) atau selepasnya, selalu saja grup Whats App kelas ditimpali dengan celoteh celotehseperti itu dari anak anak murid saya yang rindu akan belajar tatap muka. Mereka rindu bertatap muka dengan gurunya, dengan sesama teman sekelasnya dan setiap sudut sekolah.

Atau perbincangan seperti ini:

“Eh, kapan ya teman-teman kita bisa saling jahil lagi di kelas, di lapangan, di kantin.”

“Korona oh korona. Kapan kalian pergi? Kami rindu bercengkerama, bermain dan belajar.”

“Tak ada sinar matahari yang kami rindukan, selain sinarnya di waktu upacara bendera.”

“Saya gak pernah sangka kalau saya bisa kangen berat dengan omelan Ibu.”

Dengarlah cerita mereka tentang suasana sekolah dan kelasnya dahulu. Bahkan hal-hal yang biasanya dianggap ‘menyebalkan’ sekalipun dari kebiasaan di sekolah di masa normal dulu, itu menjadi bagian dari kerinduan untuk mereka rasakan lagi.

Mereka bilang kangen dengan suasana istirahat , saat keseruan merecoki makanan teman-teman yang membawa bekal dari rumah. Kangen mie ayam Gajah Pungkur Mas Bejo yang enak sekali. Kangen berolahraga di lapangan, bermain basket, voli, sepak bola, futsal, loncat tinggi atau sekadar melihat mereka yang sedang beraksi.

Kerinduan yang sama tebalnya juga mereka rasakan tentang gerbang sekolah mereka, pos satpam, sudut kelas, keheningan ruang perpustakaan, serta aneka tempat masing-masing gang siswa menunjukkan eksistensi kelompoknya. Mereka bahkan kangen juga dengan  meja, bangku, papan tulis, lemari kelas, sapu, pelan dan pernak-pernik kelas lainnya.

Mereka rindu sapaan Pak satpam, celoteh para pesuruh. Mereka tak sabar ingin berkumpul kembali di kelas, belajar normal kembali. Mereka rindu kebiasaan di masa normal: menyapa dan mencium tangan para guru, Bapak Kepala Sekolah.

1 of 3

You may also read!

dua mahasiswa depok ke turki

Dua Mahasiswa Asal Depok, Jadi Wakil Indonesia ke Turki

KOMPAK : Chandrina Damayanti Setiasih dan Diva Devina Dewanto akan mewakili Indonesia dalam konferensi tingkat

Read More...
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Depok, Manto Djorgi

Bantuan Tahap Ketiga untuk 79.000 Pekerja di Depok Siap Cair

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Depok, Manto Djorgi.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Bantuan tahap ketiga sebesar Rp.600 ribu

Read More...
sri kustiani

Idris-Imam Pemimpin yang Tepat

Bendahara DPC PPP Kota Depok, Sri Kustiani.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Bendahara DPC PPP Kota Depok, Sri

Read More...

Mobile Sliding Menu