imam manfaatkan KDS
DUKUNGAN : Sekretaris DPC PPP Kota Depok, Mamun Abdullah, saat mendampingi Calon Wakil Walikota Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono di RW10 Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo. FOTO : ISTIMEWA
imam manfaatkan KDS
DUKUNGAN : Sekretaris DPC PPP Kota Depok, Mamun Abdullah, saat mendampingi Calon Wakil Walikota Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono di RW10 Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 2, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono menginginkan warga Depok sehat dan sejahtera. Hal tersebut terjawab dengan adanya program Kartu Depok Sehat.

Hal tersebut diungkapkan Calon Wakil Walikota Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono usai menghadiri sosialisasi RW10 Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo yang didampingi Sekretaris DPC PPP Kota Depok, Mamun Abdullah, Senin (23/11).

“Idris-Imam menggagas Kartu Depok Sehat sebagai kartu pertama di Kota Depok yang mengintegrasikan seluruh layanan program perlindukngan sosial dan memberikan hak dasar di bidang kesehatan, pendidikan dan sosial ekonomi bagi warga kurang mampu dan rentan di Kota Depok,” kata Imam kepada Radar Depok.

Ia menjelaskan, KDS tersebut terdapat tujuh layanan dan manfaat, yakni pelayanan kesehatan gratis, di aman jaminan kesehatan pengobatan gratis bagi keluarga tidak mampu dan jaminan keselakaan kerja bagi pekerja rentan.

“Termasuk diantaranya Ketua RT, RW, LPM, guru mengaji, marbot masjid/penjaga tempat ibadah, amil jenazah dan kader kesehatan,” paparnya.

Kedua, bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa berprestasi, di mana bantuan pendidikan wajib belajar 12 tahun bagi siswa usia 6-21 tahun dari keluarga kurang mampu dan beasiswa studi di perguruan tinggi.

Ketiga, Jaminan ketersediaan pangan (Sembako), yakni jaminan ketersebdian pangan/bantuan sembako untuk kebutuhan sehari-hari bagi keluarga dan rumah tangga kurang mampu.

“Keempat ada bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), dan kelima terkait santunan kematian seperti layanan pertama,” katanya.

Selanjutnya, kata IBH, keenam adan bantuan lanjut usia dan disabilitas berdaya, yakni bantuan dana untuk lansia dari keluarga kurang mampu dan bantuan berupa alat kesehatan atau bantuan modal bagi disabilitas agar berdaya.