Senin, Maret 1, 2021
Beranda Politika Idris-Imam Pasangan Paling Ideal

Idris-Imam Pasangan Paling Ideal

0
Idris-Imam Pasangan Paling Ideal
DUKUNGAN : Calon Wakil Walikota Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono bersama Sekretaris Kuda Depok, Hilal Hadiana. FOTO : ISTIMEWA
imam budi bersama seniman
DUKUNGAN : Calon Wakil Walikota Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono bersama Sekretaris Kuda Depok, Hilal Hadiana. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 2 di Pilkada Depok, Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono dinilai kombinasi yang paling ideal untuk memimpin Kota Depok. Hal tersebut diungkapkan elemen warga Depok yang tergabung dalam Komunitas Pemuda (Kuda) Depok.

“Pak Kyai Idris disandingkan dengan Bang Imam,  pasangan yang paling ideal untuk memimpin Kota Depok,” tutur Sekretaris Kuda Depok, Hilal Hadiana kepada Radar Depok, Kamis (05/11).

Sebab, kata Hilal, keduanya memiliki kualitas dan pengalaman untuk memimpin dan membuat Kota Depok maju, berbudaya dan sejahtera. Sehingga, warga Depok harus memilih Paslon Nomor Urut 2 yang diusung partai Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS), yaitu Partai Berkarya, Partai Demokrat, PKS dan PPP.

Ia menguraikan, janji kampanye Mohammad Idris pada Pilkada 2015 sudah hampir terealisasi seluruhnya.  Hal ini, kata dia, menandakan petahana Walikota Depok tersebut benar-benar amanah, membangun Depok dan layak untuk melanjutkan periode keduanya.

Kemudian, Imam Budi Hartono merupakan politikus PKS yang sukses di DPRD Kota Depok dan Provinsi Jawa Barat selama 21 tahun. Sehingga, sudah khatam terkait perencanaan anggaran dan paham persoalan masyarakat.

“Keduanya kombinasi komplit untuk mewujudkan Kota Depok Maju, Berbudaya dan Sejahtera. Idris-Imam punya kualitas dan pengalaman,” ucap Hilal.

Hilal menerangkan, pada Pilkada Depok 2020.  Idris-Imam ingin mewujudkan visi Depok Maju, Berbudaya dan Sejahtera. Selain itu, Paslon Nomor Urut 2 ini menelurkan 10 Janji Kampanye, yakni dana Rp5 miliar per kelurahan, 5.000 pengusaha/startup baru dan 1.000 perempuan pengusaha.

“Kemudian, meningkatkan insentif honorer dan guru swasta, alun-alun dan taman hutan kota di wilayah barat, meningkatkan insentif pembimbing rohani, meningkatkan insentif RT, RW, LPM, pusat olahraga dan UMKM, wifi gratis, sekolah/madrasah negeri per kecamatan dan Posyandu/Posbindu di tiap RW,” ucapnya.