ilustrasi tracing pasien

 

Sementara itu, Komisioner Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Jayadin menuturkan, pihaknya bersama tim nomor urut 1 dan tim nomor urut 2 telah menggelar rapat koordinasi, dan membahas evaluasi Debat Terbuka pertama, serta Debat Terbuka kedua yang akan digelar pada Senin (30/11).

“Hal apa saja yang masih kurang, mulai dari penyelenggara atau paslon akan diperbaiki pada debat selanjutnya, dan sedang kami kaji. Tetapi yang bersangkutan (Idris, red) jelas tidak akan menghadiri debat secara langsung,” terang Jayadin kepada Radar Depok, Kamis (26/11).

Jayadin menegaskan, KPU Depok masih terus membahas kemungkinan-kemungkinan yang akan dilakukan pada Debat Terbuka yang kedua, bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan kedua tim paslon.

“Kami masih menunggu surat keterangan dokter, hasil pemeriksaan swab. Terpaparnya dimana, kami juga belum bisa memastikan. Tetapi, saat debat pertama semua dinyatakan sehat dari hasil rapid,” tegas Jayadin.

Terpisah, Juru Bicara Paslon Nomor Urut 1 Pradi-Afifah, Hamzah mengatakan, terkait temuan kasus positif pada calon walikota nomor urut 2, Gugus Tugas perlu melakukan tracing alias penyisiran.

“Gugus tugas harus ambil langkah cepat, terutama kepada masyarakat. Karena seperti diketahui, saat kampanye banyak masyarakat yang meminta foto dan tanda tangan, dengan berinteraksi yang dekat,” tutur Hamzah.

Yang menjadi kekhawatirannya, pada saat pelaksanaan debat pertama hanya dilakukan pemeriksaan rapid test. Dan yang mereka tahu, saat itu kondisi calon walikota 2, sedang dalam keadaan kurang fit.

“Dari kami, tidak ada yang berjabat tangan dengan beliau saat debat. Tetapi, kami terus mengingatkan juga kepada Pradi-Afifah agar selalu memperhatikan protokol kesehatan saat menyapa warga, agar tetap sehat selalu,” tandasnya.