ilustrasi tracing pasien

 

Dengan kondisi Idris terkini yang positif covid-19, Hamzah meminta agar anggota tim sukses, relawan dan warga yang akhir-akhir ini berkontak langsung dengan Idris ditracing. Jangan sampai muncul klaster-klaster baru.

“Sebelumnya saya ikut prihatin atas kondisi pak Idris dan mendoakan supaya beliau lekas sembuh. Saya juga meminta agar dilakukan tracing siapa saja yang kontak langsung dengan beliau. Termasuk tim sukses, relawan dan warga yang akhir-akhir ini bertemu dan kontak langsung dengan Idris. Kami berharap agar tidak ada klaster-klaster baru,” kata Hamzah.

Ia juga selalu mengingatkan ke tim gugus tugas agar meminimalisir klaster baru, dan hal itu harus diidentifikasi.

“Tim gugus harus swab massal baik yang berkontak, tim pemenangannya. Dan harus dipertanyakan ketika debat pertama itu apakah pak Idris sudah terkontaminasi atau belum,” tutur Hamzah.

Hamzah juga berharap apa yang menimpa Idris tidak memengaruhi partisipasi masyarakat untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Menurutnya, datang ke TPS aman dengan protokol kesehatan. Sudah ada panduan protokol kesehatannya bagi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan pemilih.

“Jangan golput, tetap datang ke TPS dengan protokol kesehatan. Jika protokol kesehatan dijalankan dengan baik, insha Allah aman. Jadi masyarakat tak perlu khawatir,” kata Hamzah, yang meminta KPU terus mengampanyekan Pilkada aman dengan protokol kesehatan.

Sementara itu, Ketua Tim Sukses Paslon Idris-Imam, Hafid Nasir mengaku, pihaknya telah melakukan tracing kepada tim suksesnya.

“Sudah kami lakukan secara bertahap, kemarin dan hari ini. Baru beberapa hasil yang keluar, dan semua dinyatakan negatif,” ucap Hafid kepada Radar Depok, Kamis (26/11).