Senin, Maret 1, 2021
Beranda Politika Imam : Macron Pertontonkan Kekerdilan Berfikir

Imam : Macron Pertontonkan Kekerdilan Berfikir

0
Imam : Macron Pertontonkan Kekerdilan Berfikir
SANTUN : Calon Wakil Walikota Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono sungkem ke salah satu tokoh masyarakat saat sosialisasi di Kecamatan Cipayung. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK
imam budi sosialisasi di cipayung
SANTUN : Calon Wakil Walikota Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono sungkem ke salah satu tokoh masyarakat saat sosialisasi di Kecamatan Cipayung. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron tidak hanya membuat umat Islam di dunia marah. Tetapi, juga membuat sakit hati umat Islam atas pelecehan dengan mendukung kalikatur Nabi Muhammad dipajang di negara tersebut.

Karenannya, Calon Wakil Walikota Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono mengecam pernyataan Macron. Bahkan, pendamping Mohammad Idris pada Pilkada Depok 2020 ini menilai apa yang disampaikan Presiden Prancis tersebut memperlihatkan kerdilnya cara berpikir.

“Kita sebagai umat Islam merasa tersinggung atas apa yang disampaikan Emmanuel Macron. Apalagi sekarang kita sedang merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pernyataan Emmanuel Macron ini tentu sangat membuat hati umat muslim di seluruh penjuru dunia tersakiti,” kata Imam Budi Hartono, Selasa (03/11).

Alumni Universitas Indonesia ini melanjutkan, sebagai seorang pemimpin negara, tak layak bagi mengeluarkan pernyataan yang sangat menyinggung hati umat Islam. Sebab, hal tersebut menyangkut dengan keyakinan umat Islam dan hal sakral dalam agama.

“Tidak layak seorang presiden yang memimpin negara maju mempertontonkan sikap intoleran di hadapan dunia. Sikap itu patut dikecam,” ujarnya.

Imam menyebut, pernyataan Emmanuel Macron seakan memperlihatkan watak dan sikap intoleran bagi umat lain yang menghormati Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin tertinggi agama.

“Dia (Marcon) memperlihatkan kekerdilan berpikir, dan terkesan menyeret dunia dalam kegaduhan. Karena ini menyangkut dengan keyakinan umat, dan hal sakral terkait suatu agama,” tegasnya.

Presiden Macron, mantan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat ini melanjutkan, harus mengubah cara berkomunikasinya termasuk meminta maaf kepada masyarakat dunia. Jangan karena berdalih kebebasan berekspresi kemudian menodai agama lain dan menciptakan kegaduhan dunia. Kebebesan berekspresi harus ditempatkan di posisi yang tepat supaya tidak menimbulkan kekacauan.