Senin, Maret 1, 2021
Beranda Politika Imam Minta Restu ke Pejuang Depok 

Imam Minta Restu ke Pejuang Depok 

0
Imam Minta Restu ke Pejuang Depok 
SUNGKEM : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono meminta restu ke janda PKRI, Hj. Anih di RT04/02 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Sabtu (31/10). FOTO : ISTIMEWA
imam budi minta izin dengan janda
SUNGKEM : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono meminta restu ke janda PKRI, Hj. Anih di RT04/02 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Sabtu (31/10). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mengusung visi Kota Depok Maju, Berbudaya dan Sejahtera. Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono fokus terhadap budaya dan sejarah di Depok.

Bahkan, Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono sampai meluangkan waktu di sela agenda kampanyenya. Guna meminta restu ke janda Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI), Hj Anih di RT04/02 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Sabtu (31/10).

“Ini momen spesial buat saya, karena saya baru diberitahu relawan Idris-Imam, yakni Komunitas Pemuda (Kuda) Depok, ada Hj. Anih yang merupakan janda PKRI tinggal di lingkungan sini,” kata Imam kepada Radar Depok.

Mantan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) ini mengungkapkan, Hj Anih istri dari Almarhum H Nipan Achrul, pria kelahiran Bogor, 14 September 1921 ini tercatat sebagai salah seorang veteran PKRI. Dan hingga saat ini, Hj.Anih masih menerima dana pensiun dari Pemerintah atas pengabdian almarhum suaminya tersebut.

“Alhamdulillah saya merasa sangat beruntung hari ini, karena Allah pertemukan saya dengan orang kita ini, saya mohon doa restu beliau untuk melanjutkan perjuangan almarhum suaminya dalam membangun Kota Depok sebagai Calon Wakil Walikota Depok,” ungkap Imam.

Alumni  Universitas Indonesia (UI) ini mengatakan,  pada Pilkada Depok 2020, Idris-Imam ingin mewujudkan visi Depok Maju, Berbudaya dan Sejahtera. Selain itu, Paslon Nomor Urut 2 ini menelurkan 10 Janji Kampanye, yakni dana Rp5 miliar per kelurahan, 5.000 pengusaha/startup baru dan 1.000 perempuan pengusaha.

Kemudian, meningkatkan insentif honorer dan guru swasta, alun-alun dan taman hutan kota di wilayah barat, meningkatkan insentif pembimbing rohani, meningkatkan insentif RT, RW, LPM, pusat olahraga dan UMKM, wifi gratis, sekolah/madrasah negeri per kecamatan dan Posyandu/Posbindu di tiap RW.

“Kami tidak hanya memperhatikan pembangunan infrastruktur, tapi juga pengembangan sektor ekonomi dengan peningkatan kapasitas SDM,  serta mengapresiasi seperti para pahlawan pendidikan, agama, lingkungan dan pemberdayaan perempuan,” paparnya.