Beranda Politika Imam Optimis Tingkatkan APBD Depok Menjadi Rp 5 Triliun

Imam Optimis Tingkatkan APBD Depok Menjadi Rp 5 Triliun

0
Imam Optimis Tingkatkan APBD Depok Menjadi Rp 5 Triliun
DISKUSI : Calon Wakil Walikota Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat menjadi narasumber dalam diskusi bersama Rocky Gerung di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK
imam budi bersama rocky gerung
DISKUSI : Calon Wakil Walikota Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat menjadi narasumber dalam diskusi bersama Rocky Gerung di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK  – Calon Wakil Walikota Depok  Imam Budi Hartono l mengaku optimis dapat membangun Depok dengan baik. Lulusan dari Universitas Indonesia ini mengaku banyak jaringan agar  bisa dimanfaatkan pembangunan Depok.

Bahkan, mantan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat ini optimis dapat meningkatkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok hingga Rp 5 triliun.

“Saya punya jejaring banyak. Saat ini APBD Kota Depok Rp 3,5 triliun. Sementara itu, masalah pengangguran, sampah, kemacetan, perlu satu tambahan relasi untuk memecahkan masalah tersebut,” ujarnya seusai menjadi narasumber dalam diskusi bersama Rocky Gerung di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji.

Berdasarkan pengalamannya duduk di Legislatif, dirinya mengaku telah memiliki rumusan dalam meningkatkan APBD hingga mencapai Rp 5 triliun. Ia pun mencontohkan, tahun ini banyak membawa anggaran untuk Kota Depok.

“Kita sudah punya strateginya dalam meningkatkan  anggaran. Diantaranya mengambil dari  anggaran  APBN, Propinsi atau kerjasama yang tidak memikat, CSR dan lainnya, misalnya bagi masyarakat tidak mampu,” paparnya.

Imam menegaskan bahwa posisi Wakil Walikota juga memiliki peran vital yang diatur UU. Ia akan fokus untuk menarik anggaran dari luar untuk Kota Depok.

“Dalam hubungan antara Walikota dan Wakil Walikota, Pak Kiyai itu guru ngaji saya. Nantinya, saya ditugaskan menarik-narik anggaran,” tegasnya.

Sementara, Rocky Gerung menilai pasangan Idris-Imam memiliki hubungan yang dekat. Terlebih lagi, Imam seperti muridnya. Secara teknis, hal itu merupakan fungsi dari birokrasi. Sementara itu, relasi birokrasi sinergi antara wakil dan wali.