intan berdialog dengan imigran
DISKUSI : Anggota Komisi IX DPR RI, intan Fauzi, SH, LL.M tengah berdialog dengan salah seorang pekerja migran Indonesia. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK
intan berdialog dengan imigran
DISKUSI : Anggota Komisi IX DPR RI, intan Fauzi, SH, LL.M tengah berdialog dengan salah seorang pekerja migran Indonesia. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK –  Anggota Komisi IX DPR RI, Intan Fauzi bersama Badan Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Pusat menggelar sosialiasi terkait perlindungan pekerja migran di luar negeri di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Sosialisasi ini dilaksanakan di dua kota, yaitu Depok dan Bekasi.

Intan menjelaskan, sosialisasi Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat tentang  prosedur untuk dapat bekerja ke luar negeri.

“Sebagai wakil rakyat, kami  membantu masyarakat lewat program-program yang mampu memberikan kesejahteraan masyarakat sendiri. Karena itu, melalui sosialisasi ini, saya berharap sedapat mungkin masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan terkait sistem penempatan tenaga kerja di Luar Negeri yang sesuai prosedur  dan  jika terpaksa bekerja di luar negeri tidak ada lagi yang ilegal,” jelas Intan saat reses di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis.

“Harapan kami ke depannya, masyarakat betul-betul jeli memanfaatkan semua program yang disodorkan pemerintah,” imbuhnya.

Intan melihat, carut marut penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri masih terus terjadi hingga kini. Untuk itu, tata kelolanya harus dibenahi.

Hal ini penting agar PMI tidak menjadi korban ekspolitasi di negara tempat mereka bekerja.

“Peran pemerintah dalam penempatan dan pelindungan PMI sangat vital,” tegasnya.

Menurut Intan, Negara tidak boleh abai dengan keberadaan pekerja di luar negeri ini. “Pemerintah sejatinya adalah perisai dan pelindung rakyat di manapun berada,” terangnya.

Wakil Rakyat Dapil Jabar VI Kota Bekasi dan Depok ini menjelaskan, PMI mempunyai andil besar terhadap pembangunan Negara Indonesia. Hal tersebut dikarenakan mereka menyumbang devisa yang cukup besar dan mengurangi jumlah pengangguran.
Namun sayangnya,  jasa mereka masih belum dihargai.

Terbukti dari banyaknya kasus TKI yang mendapat kekerasan. Padahal, selama ini, kontribusi mereka para pekerja di luar negeri bagi devisa negara sangat signifikan, jelas Intan pada Rese di Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi.