dua pelaku tawuran depok
TAWURAN MAUT : Dua orang pelaku tawuran yang meregang nyawa saat tawuran di Jalan Parung Ciputat, Kecamatan Bojongsari, Senin (2/11). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
dua pelaku tawuran depok
TAWURAN MAUT : Dua orang pelaku tawuran yang meregang nyawa saat tawuran di Jalan Parung Ciputat, Kecamatan Bojongsari, Senin (2/11). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEOPK.COM – Delapan bulan sudah Virus Korona (Covid-19) merajalela di Kota Depok. Dampaknya : kesehatan, ekonomi, sosial dan pendidikan digerus. Selama Pandemi Covid-19, jenjang tingkatan sekolah diberlakukan Pembelajaran Jarah Jauh (PJJ). Dalam perjalannya, PJJ justru jadi biang kerok rentetan aksi tawuran di Kota Depok. Malah harus menghilangkan nyawa.

AZ yang merupakan seorang pelajar asal Parung, Bogor, kini harus merasakan dinginnya jeruji besi. Az tega melenyapkan nyawa MS, sesama pelajar. Pelaku bersama rekannya MKA tawuran di depan Pom Bensin Shell, Sawangan, Jumat (30/10) lalu.

Mengenakan rompi orange khas narapidana (Napi), celana pendek dibalut sarung motif kotak berwarna merah. Dia mulai membedah bagaiamana awal mula kejadian MS harus dibunuhnya. Di ruangĀ  penyidik Unit Kriminal Umum Polres Metro Depok, AZ mulai megingat peristiwa berdarah tersebut.

Selasa (27/11) pukul 20:00 WIB. Dengan berbekal akun sosial media, kedua pelajar ini saling berkomunikasi. Dia mengaku, MS-lah (korban) yang mengajak terlebih dahulu.

“Si korban (MS) yang mengajak duluan dengan dalih “Janjian yuk” di jejaring Instagram lewat chat (direct messenger),” ujar AZ di balik sel, kepada Radar Depok, Selasa (10/11).

Pada esok harinya, Rabu (28/11) anak ketiga dari lima bersaudara ini sempat merasa ragu. Namun, karena ajakan dari pelaku (MKA) akhirnya mereka sepakat untuk bertemu.

“Awalnya sempat ragu, saya tanya mau tongkrongan atau basis. Ternyata dia mengajak dua lawan dua memakai barang (celurit). MKA mengajak saya agar melanjutkan pertemuan. Akhirnya saya iyain malam Senin ketemuan di kawasan Sawangan,” bebernya.

Bahkan, sebelum melakukan pertemuan berujung maut, korban sempat menanyakan apakah ada yang menuntut bila ada yang terluka bahkan mati.