jawara depok ajarkan
WEBINAR:  Jawara Depok mengadakan webinar untuk pelaku bisnis, dengan tema ‘Menciptakan Ekosistem Enterpreneur Depok Go Global’. FOTO : ADENA/RADAR DEPOK
yamaha-nmax
jawara depok ajarkan
WEBINAR :  Jawara Depok mengadakan webinar untuk pelaku bisnis, dengan tema ‘Menciptakan Ekosistem Enterpreneur Depok Go Global’. FOTO : ADENA/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dalam wirausaha, ekosistem punya peranan penting dalam mengembangkan bisnis tertentu. Ekosistem ini berperan penting dalam bisnis-bisnis yang ada. Penentuan suatu wirausaha baik atau tidak, tentu patokannya berada di ekosistem, bila ekosistem wirausaha itu baik, maka wirausaha yang ada mungkin akan baik juga.

Jawara Depok kembali mengadakan webinar gratis untuk umum, kali ini tema yang dibawa adalah ‘Menciptakan Ekosistem Enterpreneur Depok Go Global’. Coach kali ini yaitu Gamal Albinsaid sebagai CEO Indonesia Media dan Didi Diarsa sebagai Ambassador hundred.org, founder Code Margonda Creative Hub dan Kayuh Electric Wooden Bike.

“Ada dua skill penting yang harus ada pada wirausahawan, yaitu adaptable atau kemampuan beradaptasi dan resiliance atau bertahan hidup,” ujar Gamal Albinsaid dalam presentasinya.

Baca Juga  Usaha Dewi Astuti Hasilkan Ratusan Juta : Dari Batik Tulis, Semua dari Yogyakarta, Berbagi ke Yatim

Gamal menjelaskan, dalam menciptakan ekosistem wirausaha, apalagi sedang pandemi saat ini tentu dibutuhkan kemampuan beradaptasi dan bertahan hidup. Setiap orang bisa menjadi pemimpin dalam bisnis, maka dari itu ada pemimpin yang sebelum covid terlihat powerful di masanya, namun setelah covid-19 unjuk diri, pemimpin tersebut tidak bisa melakukan apa-apa, dan sebaliknya.

Dalam resiliance atau kemampuan bertahan hidup perlu dilihat 5 aspek, pertama resolve yaitu menyelesaikan masalah jangka pendek, kedua resiliance yaitu membangun ketahanan, ketiga return yaitu siap untuk kembali, tidak perlu menunggu kapan pandemi ini selesai, keempat reimagination yaitu pelajari apa yang terjadi di masa mendatang, dan kelima reform yaitu menyesuaikan diri dan wirausaha dalam gelombang pandemi sehingga bisa survive sekalipun pandemi.

Baca Juga  ARTiVATOR Cafe Sajikan Menu Nasional Mulai Rp15 Ribuan

Mereka mencontohkan perusahaan seperti Alibaba, mereka bertahan dan malah berkembang saat pandemi SARS. Ada juga seperti aplikasi TikTok yang dimana saat pandemi sangat naik daun, sehingga penghasilan mereka bisa 1 miliyar dollar lebih. Banyak sekali contoh-contoh perusahaan yang disebutkan, namun intinya adalah jangan berpikir untuk bertahan tetapi juga memanfaatkan peluang yang ada dengan optimal.

“Kita sempat belajar juga ya sama pangeran Charles di Inggris, bagaimana creative industry itu menjadi penopang ekonomi Inggris sampai di angka 40 persen creative industri. Di Indonesia juga seperti itu,” ujar Didi Diarsa dalam presentasi.

Webinar tersebut dihadiri oleh 168 lebih peserta yang hadir, mayoritas adalah pelaku usaha seperti UMKM. Banyak sekali peserta yang antusias bertanya mengenai solusi-solusi dalam menciptakan ekosistem bisnis. Poin pentingnya adalah, seorang wirausahawan harus beradaptasi dan bertahan hidup dalam situasi apapun, supaya bisa menjadi pemimpin di saat normal atau saat krisis. Hal yang paling penting lainnya adalah, wirausahawan perlu mentor yang mengarahkan kepada kebaikan, demi bisnis yang maju. (rd/mg4)

Baca Juga  UI Ajarkan Revolusi Mental Keuangan di Sekolah Master

 

Jurnalis : Adena

Editor : Pebri Mulya