Kamis, 140 Pasien Korona Masuk UI 

In Utama
damkar semprot wisma makara UI
SEMPROT : Petugas Damkar Kota Depok menyemprotkan cairan disinfektan di Wisma Makara UI. FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mengejar ketinggal terkait tempat isolasi bagi pasien positif Covid-19 di Kota Depok. Selasa (17/11), Wisma Makara UI Depok disterilisasi. Bila tak ada aral melintang Kamis (19/11) wisma yang bakal menampung 140 pasien ini bakal beroperasi sembari menunggu tenaga kesehatan (Nakes).

Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana Dinas Damkar Kota Depok, Denny Romulo Hutauruk mengatakan, terdapat delapan personel  menyemprot disinfektan di sekitar Wisma Makara UI.

“Kami siapkan satu motor Covid yang menyemprot taman dan jalan di sekitar Wisma Makara UI. Lalu ada tiga mesin fogger sterilisasi ruangan,” tuturnya kepada Radar Depok, Selasa (17/11).

Dia menjelaskan, Wisma Makara UI akan segera dibuka dalam waktu dekat ini.

“Kami sih inginnya Kamis (19/11) sudah bisa digunakan. Tapi masih menunggu kesiapan dari tenaga kesehatan (Nakes),” paparnya.

Denny menjelaskan, Wisma Makara UI harus segara digunakan karena merujuk atas perintah dari Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB), Dody Ruswandi.

Perlu diketahui, Wisma Makara UI memiliki empat lantai. Yang dapat menampung 120 pasien, namun apabila darurat bisa menampung sampai dengan 140 pasien. Kemudian Terdapat 67 kamar dan 120 kasur.

“Nantinya nakes akan ditempatkan di lantai dasar,” jelasnya.

Penyemprotan ini baru pertama kali dilakukan di Wisma Makara UI. Namun, Dinas Damkar sudah menyiapkan cairan disinfektan yang nantinya dapat digunakan mensterilkan ruangan setiap hari. Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan stok Alat Pelindung Diri (APD), handsanitizer, masker medis, serta sarung tangan yang nantinya akan digunakan para nakes.

“Ini bentuk kesiapan kami untuk menggunakan Wisma Makara UI. Jadi, nanti kalau Nakes datang kami sudah siap semua,” tambahnya.

Untuk pasien yang nantinya masuk ke Wisma Makara UI akan diserahkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk SOP-nya. Seperti kriteria  dan hal lainnya.

“Yang jelas kami inginnya orang tanpa gejala (OTG) yang rumahnya tidak layak bisa dirawat disini,” jelasnya.

1 of 2

You may also read!

entrepreneur perempuan

Lebih Dekat dengan Enterpreneur Perempuan, Architia : Sempat Magang di Kemenlu, Akhirnya Pilih Bisnis Hoodie (2)

SEMANGAT BERBISNIS : Owner Hoodieku saat ditemu di offline store Hoodieku, Jalan Jawa Kelurahan Cinere

Read More...
18 RW ramah anak

18 RW Ramah Anak Mekarsari Dikukuhkan

KEGIATAN : Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK), meresmikan 18 RW Ramah Anak

Read More...
catherine wilson di mobil tahanan

Kejari Depok ‘Ogah’ Keket Direhabilitasi

DITAHAN : Chatrien Wilson bersama rekannya Jumaidi yang menjadi kurir, saat di dalam mobil tahanan

Read More...

Mobile Sliding Menu