Beranda Metropolis Keket Disangkakan Tiga Pasal

Keket Disangkakan Tiga Pasal

0
Keket Disangkakan Tiga Pasal
SANTAI : Model Chatherine Wilson sedang santai dalam sebuah fotonya yang seolah-olah dalam penjara. FOTO : INSTAGRAM @cathrinewilson
cahterina wilson di penjara
SANTAI : Model Chatherine Wilson sedang santai dalam sebuah fotonya yang seolah-olah dalam penjara. FOTO : INSTAGRAM @cathrinewilson

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Akhirnya kasus narkoba yang menjerat model tanah air papan atas Chatherine Wilson, ada kepastian. Berkas perkara Keket -nama tenar Chatherine Wilson- sudah dinyatakan lengkap alias P21. Hanya saja Jumat (13/11), Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok belum menerima Keket beserta barang bukti (BB).

Kasi Intel Kejari Kota Depok, Herlangga W M menerangkan, berkas Keket sudah rampung Kamis (12/11). Namun, baru diinformasikan Jumat (13/11). Dengan begitu, Kejari Depok sedang menunggu kehadiran Keket bersama BB yang digunakannya saat penangkapan di kediamannya kawasan Kecamatan Cinere.

“Saat ini kami sedang menunjuk jasa untuk melakukan penuntutan terhadap tersangka (Keket). Kami masih lihat pasal apa yang sesuai dan tidak sesuai menjerat tersangka,” jelasnya kepada Radar Depok, Jumat (13/11).

Setelah ini, sambung Herlangga, tersangka akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Depok, usai jaksa melakukan penuntutan. Jika dirasa lengkap, proses sidang akan berjalan dengan beberapa agenda ke depan.

Menurutnya, sementara pasal sangkaan terhadap tersangka, adalah, Pasal 114 ayat (1) max 20 tahun dan minimal 5 tahun, Pasal 112 ayat (1) max 12 tahun dan minimal 4 tahun, Pasal 127 ayat (1) huruf a max 4 tahun.

“Setelah penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke penuntut umum. Maka penuntut umum segera membuat surat dakwaan kemudian melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Negeri Depok untuk segera disidangkan,” jelas Herlangga.

Dia juga menambahkan, selain fungsi Kejaksaan selaku penuntut umum, ada juga fungsi dan wewenang melakukan peningkatan pemahaman hukum terhadap masyarakat. Hal ini agar pengertian akan tupoksi Kejaksaan dapat diketahui khalayak umum. Tak hanya itu, dengan ada edukasi soal hukum, tentu akan membawa dampak positif agar masyarakat tidak bertindak pidana.

“Upaya secara edukasi memang harus dilakukan, ini karena kita melihat banyak tokoh publik yang terjerat dunia narkoba. Harus ada inovasi biar masyarakat tidak meniru,” papar Herlangga.