Minggu, Maret 7, 2021
Beranda Politika Kematian Muslim Bangkitkan Kemenangan Pradi-Afifah

Kematian Muslim Bangkitkan Kemenangan Pradi-Afifah

0
Kematian Muslim Bangkitkan Kemenangan Pradi-Afifah
SUDAH RIDHO : Maysaroh isteri almarhum Muslim bersama anggota keluarga sedang mendoakan dan mengaku ikhlas, di RT9/2 Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, Senin (09/11). FOTO : FAHMI/RADAR DEPOK
relawan pradi meninggal
SUDAH RIDHO : Maysaroh isteri almarhum Muslim bersama anggota keluarga sedang mendoakan dan mengaku ikhlas, di RT9/2 Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, Senin (09/11). FOTO : FAHMI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Almarhum Muslim harus jadi penggerak hati nurani para relawan Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1, Pradi Supriatna-Afifah Alia. Warga RT9/2 Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere ini menghembuskan nafas terakhirnya saat Ngubek Empang di kawasan Kelurahan Duren Mekar, Bojongsari, Minggu (08/11).

Loyalitas mantan ketua RT lima periode ini sudah tak diragukan lagi kepada paslon nomor 1. Saat kejadian dia sudah dilarang hadir karena sakit, tapi tetap nekad datang. Dia bersama kakaknya, Rohmain. Almarhum dinyatakan meninggal saat dilarikan ke Rumah Saki Umum Daerah (RSUD) Kota Depok.

Maysaroh isteri Muslim anggota relawan Senyap mengaku,  mengikhlaskan kematian suaminya. Dan dia menganggap peristiwa yang merenggut nyawa suaminya sebagai musibah dan takdir yang telah ditetapkan Allah SWT.

Maysaroh menceritakan, pada Minggu pagi dia bersama suami dan anggota keluarga lainnya bertolak kekawasan lokasi pemancingan di perbatasan wilayah Kelurahan Pengasinan dan Kelurahan Duren Mekar. Sesampainya di lokasi sebagian warga yang ikut langsung mancing diempang yang sudah disediakan panitia. Dan setelah itu dilakukan aksi ngubek empang.

“Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10:30 WIB. Tadinya saya tidak tahu kalau suami saya turun keempang ikut ngubek empang, karena sebelumnya saya melihat dia masih dipinggir empang. Tapi, selang beberapa lama tiba-tiba bapak naik dari empang dan mengeluh nyesek,” beber Maysaroh kepada Radar Depok di rumahnya, Senin (09/11).

Tiga hari sebelumnya, sambung Maysaroh, suaminya memang masih dalam kondisi kurang sehat. Bila dia tahu turun ke empang, pasti tidak akan mengizinkan. “Mungkin ini sudah takdir, kami semua sekeluarga ikhlas,” kata Maysaroh.

Dia menambahkan, keputusan suaminya untuk menjadi anggota relawan Senyap relawan paslon nomor urut 1 di Pilkada Depok 2020, sangat direstui semua anggota keluarga. Dan dalam aktivitas mancing bersama tersebut, almarhum menjadi panitia pada kegiatan yang diselenggarakan relawan Senyap.

“Saya tidak menyesalkan takdir, dan saya berharap paslon yang didukung suami saya bisa menang dalam pilkada nanti. Sehingga perjuangan suami saya tidak sia-sia,” imbuhnya.