bahan khutbah jumatan
TETAP DILAKSANAKAN : Jamaah yang akan menunaikan ibadah di Masjid Nurussalam, Jalan Halmahera, Kecamatan Beji, Jumat bulan lalu. Masjid tersebut masih menyelenggarakan  ibadah Salat Jumat. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
bahan khutbah jumatan
TETAP DILAKSANAKAN : Jamaah yang akan menunaikan ibadah di Masjid Nurussalam, Jalan Halmahera, Kecamatan Beji, Jumat bulan lalu. Masjid tersebut masih menyelenggarakan  ibadah Salat Jumat. FOTO : DOK. RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tak lama lagi khatib di setiap masjid di Kota Depok sunah hukumnya isi khotbah Jumat, pakai naskah buatan Kementerian Agama (Kemenag). Nantinya, materi khotbah Jumat juga akan disesuaikan dengan perkembangan zaman dan melibatkan para ulama serta akademisi terkait.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, KH A Mahfudz Anwar  menyebutkan, adanya khotbah Jumat yang disiapkan Kemenag setidaknya menambah khazanah keilmuan bagi umat Islam. Sepanjang Kemenag tidak mengharuskan para khatib merujuk pada buku tersebut.

“Oh bagus itu, sekarang saja sudah banyak buku khutbah yang beredar di masyarakat. Hanya saja kebanyakan buku khutbah disusun oleh perorangan,” ujarnya kepada Radar Depok, Selasa (24/11).

Dia menyarankan, agar Kemenag bisa bekerjasama dengan penerbit yang sudah profesional atau terkenal. Agar orang suka bukunya dan disukai juga isinya. MUI juga sudah menyusun buku Khutbah Jumat, Oleh sebuah tim yang ditunjuk.

“Cuma menurut saya ada kekurangan nya sedikit. Pertama, materi khutbahnya kepanjangan. Kedua, format cover bukunya kurang menarik,” ucapnya.

Terpisah, Humas Kantor Kemenag Kota Depok, Lan Setiawan mengatakan, buku panduan khotbah Jumat sudah ada  di Depok sejak lama. Hanya saja, pihaknya tidak mewajibkan untuk diikuti.

“Buku panduanya ada di masjid – masjid. Hanya saja, kalau mau di baca atau engga terserah,” kata Lan, Selasa (24/11).

Selain memberikan buku panduan, pihaknya juga menyediakan jasa penyuluh agama di setiap kecamatan, agar penceramah dibina untuk tetap dalam koridor yang ditentukan Kemenag.

“Ada juga penyuluh agama di setiap kecamatan,” ujarnya.

Terpisah,  Dirjen Bina Masyarakat (Bimas) Islam, Kamaruddin Amin dalam siaran pers mengungkapkan, naskah yang disusun bisa dijadikan alternatif. Tidak ada kewajiban setiap masjid dan penceramah untuk menggunakan naskah khotbah Jumat yang diterbitkan Kemenag.