Beranda Utama Kluster Kantor Masih Tinggi di Depok

Kluster Kantor Masih Tinggi di Depok

0
Kluster Kantor Masih Tinggi di Depok

waspada virus korona

 

RADARDEPOk.COM, DEPOK – Masyarakat Depok harus tetap menjaga ptokokol kesehatan (Prokes). Penularan Virus Korona (Covid-19) di Kota Depok, Jawa Barat saat ini masih banyak terjadi melalui orang yang bekerja di kantor lalu membawa virus ke rumah.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Depok, Sri Utomo menyebut, klaster terbanyak saat ini adalah klaster keluarga yang terpapar dari anggota keluarga yang bekerja di perkantoran. Kasus Covid-19 di Depok sempat turun selama beberapa pekan terakhir.

Namun, lanjut dia, sepekan belakangan, jumlah pasien Covid-19 di Depok cenderung fluktuatif dan kadang bergerak naik. Temuan kasus baru Covid-19 kembali mencapai ratusan orang. “Perkembangan kasus ini bersifat fluktuatif, sehingga setiap waktu kita semua perlu ekstra waspada, terlebih pergerakan orang saat ini tinggi,” ucap Sri Utomo kepada Radar Depok, Senin (16/11).

Berdasarkan data Satgas Covid-19 nasional, Kota Depok masih ditetapkan sebagai zona oranye, atau wilayah dengan risiko sedang penularan virus Korona. Kesimpulan itu diperoleh berdasarkan perhitungan 14 indikator Satgas Covid-19 nasional selama sepekan belakangan. Dibandingkan pekan lalu, skor yang diperoleh Kota Depok sedikit membaik yakni dari 1,94 menjadi 2,00 pada pekan ini.

“Kami mencoba menjalankan strategi secara konsisten yang sudah dirancang sejak awal kasus dengan penyesuaian-penyesuaian sesuai dinamika yang terjadi,” tandasnya.

Senin (16/11), Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kota Depok kembali memperbaharui data persebaran kasus pasien terpapar virus corona. Memasuki minggu ketiga di November, jumlah pasien terkonfirmasi positif, dinyatakan sembuh, meninggal dunia, dalam pemantauan, dalam pengawasan, dan tanpa gejala di Depok terus mengalami perkembangan.

Berdasarkan data, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 8.418 kasus. Sedangkan jumlah kasus yang sudah dinyatakan sembuh dan telah menyelesaikan masa isolasi tercatat sebanyak 6.941 kasus. Kemudian, pasien yang dinyatakan meninggal dunia mencapai 234 jiwa. (rd/hmi)

 

Jurnalis : Fahmi Akbar

Editor : Pebri Mulya