Selasa, Maret 9, 2021
Beranda Metropolis Krajinan Layangan Alvin Ramadhan : Penuhi Kebutuhan Hidup Lewat Jualan Layangan (3-Habis)

Krajinan Layangan Alvin Ramadhan : Penuhi Kebutuhan Hidup Lewat Jualan Layangan (3-Habis)

0
Krajinan Layangan Alvin Ramadhan : Penuhi Kebutuhan Hidup Lewat Jualan Layangan (3-Habis)
UNIK : Layangan jumbo buatan apin dihiasi berbagai gambar menarik. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
layangan alvin 3
UNIK : Layangan jumbo buatan apin dihiasi berbagai gambar menarik. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

 

Berkat kreativitasnya dalam membuat layangan, Alvin Ramadhan bisa menghidupi dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM – Sesudah memberikan layangan pesanan pelanggannya, Alvin Ramadhan kembali duduk ke singgah sananya. Dia mengambil sebatang bambu petung yang sudah dibelah, lalu menyerutnya. Satu persatu batang bambu itu diserut menjadi bahan untuk membuat layangan.

Setiap batang yang sudah diserut ditimbang dengan menggunakan benang jahit. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketika diterbangnkan, layangan tersebut tidak singit  dan bisa diarahkan dengan baik sesuai keinginan pemain.

“Harus lurus jangan sampai miring ke kiri atau ke kanan bambunya, supaya manteng,” kata pria yang akrab disapa Ucil ini.

Setelah seimbang, Ucil pun mulai merakit kerangka layangan. Dia menyatukan dua batang bambu hingga membentuk palang. Lalu diikat ketat dibagian tengahnya. Setelah itu setiap sudut batang bambu dipasang tali mulai dari atas kepala layangan, sayap kanan dan kiri hingga ekor. Pada tahap ini, bentuk layangan sudah mulai terlihat.

“Kalau sudah tahap ini, berikutnya tinggal menempelkan kertas saja,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, dia memproduksi layangana mulai dari ukuran 75 cm sampai 180 cm. Untuk harga, layangan berukuran 75 cm dia jual dengan harga Rp 5 ribu, sedangkan 180 cm dia jual dengan harga Rp180 ribu. “Saya memang fokus bikin layangan besar aja. Kalau bikin layangan kecil, untungnya sedikit,”ucapnya.

Dia menjelaskan, dalam sehari dia bisa menjual paling sedikit 10 layangan berukuran 75 cm, dan lima layangan berukuran 180 cm.

“Variatif sih kalau penjualan, kadang lakuan yang 75, kadang juga bisa lebih laku yang 180. Tergantung ada turnamen apa,” terangnya.

Dia menambahkan, dari hasil karyanya tersebut dia bisa meraih omset sebesar Rp3 juta perbulannya. Hal itu dirasa cukup baginya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa harus bergantung pada orang lain.

“Alhamdulilah saya bisa bantu abang saya bayar listrik sama membeli kebutuhan hidup sehari – hari,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya