korban tawuran lagi
DALAM PERAWATAN: Pihak kepolisian Polsek Bojonggede saat membawa seorang pelajar yang terluka akibat sabetan benda tajam saat tawuran terjadi di Jalan Bojonggede. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
korban tawuran lagi
DALAM PERAWATAN : Pihak kepolisian Polsek Bojonggede saat membawa seorang pelajar yang terluka akibat sabetan benda tajam saat tawuran terjadi di Jalan Bojonggede. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Belum lama dikejutkan soal kematian pelajar akibat tawuran. Kini seorang pelajar berinisial MAP (16) dari salah satu sekolah di Kota Depok mengalami luka bacok pada lengannya, usai terlibat tawuran di Jalan Bojonggede perbatasan Kota Depok dan Kabupaten Bogor, Rabu (18/11).

Wilayah hukum yang masih masuk dalam Polres Metro Depok, membuat jajaran Polsek Bojonggede membubarkan aksi tawuran tersebut.

Kapolsek Bojonggede, Kompol Supriyadi menerangkan kedua pihak sekolah barasal dari wilayah berbeda, satu dari Kota Depok dan satu lagi dari Bogor. Kejadian terjadi di Desa Rawapanjang, Kacamatan Bojonggede.

“Memang lokasi adanya di perbatasan. Beruntung tawuran tidak tejadi lama, karena petugas datang dan membubarkan pelajar,” jelas Kompol Supriyadi saat dikonfirmasi.

Diterangkannya, saat membubarkan pelajar tersebut, petugas mendapati seorang pelajar Depok yang terluka di bagian tangan sehingga segera dibawa ke Rumah Sakit Citama Citayam.

Pelajar tersebut diketahui tinggal di Jalan Cagar Alam, Kecamatan Pancoranmas, dan duduk di bangku Kelas 2.

“Sobek di tangannya, langsung dibawa ke rumah sakit. Alhamdulillah baik baik saja,” ungkap Supriyadi.

Dipastikannya, kini pelajar yang luka sudah dalam pendampingan orang tuanya. Pihaknya tidak menemukan senjata tajam pada pelajar tersebut. Sebagian petugas melakukan penyisiran ke lokasi sekitar tempat tawuran, namun kelompok pelajar lain melarikan diri dan tidak ditemukan senjata tajam.

“Kami sudah meminta, keluarga untuk melaporkan kejadian ini. Biar petugas dapat melakukan pengusutan lebih lanjut,” tandasnya. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya