Menilik Perjalan Veteran Angkatan Laut, Kabul Umar : 1966 Ikut Menumpas Gerakan 30 September PKI (1)

In Metropolis
veteran angkatan laut 1
GAGAH : Veteran Angkatan Laut, Kabul Umar yang masih gagah walaupun di usia senja. FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK.

Menjadi abdi negara merupakan kebanggaan tersendiri baginya. Bagaimana tidak, sebagai anak pertama dari tujuh bersaudara, Kabul Umar menjadi salah satu dari tiga orang yang lolos dari tempat tinggal Kota Madiun, Jawa Timur.

Laporan: Daffa Andarifka Syaifullah

RADARDEPOK.COM – Langit di Kota Depok lagi bersahabat. Sekira pukul 15:00 WIB, yang biasanya terik. Awan menutupi sinar matahari. Hiruk pikuk di Jalan Tifa sangat lengang. Tak jauh dari jalan terdapat No318, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya. Rumah miliki pagar hitam begitu sepi.

Istri Kabul Umar, Indiyah Purwati keluar rumah setelah dipanggil berapa kali. Perempuan berhijab ini menyapa dan langsung mempersilahkan masuk ke dalam rumah veteran berpangkat terakhir Sersan Mayor.

Persis diruang tamunya berjejer foto semasa Kabul Umar bertugas. Tak lama berselang, dengan tubuh yang masih gagah. Sang veteran yang kala itu berkaos dominan cokelat  menyapa.

Pria berkumis ini mulai berbagi kisah. Mengawali karir sebagai angkatan laut, dia masih berusia 17 tahun. Anak muda asal Kecamatan Taman, Kota Madiun ini mencoba peruntungannya sebagai Tamtama atau Kelasi tingkat satu. Dengan modal nekat dan jiwa nasionalis, bapak anak dua ini memberanikan diri dan meninggalkan mimpinya menjadi seorang arsitektur.

“Waktu umur saya masih 17 tahun, saya daftar jadi tamtama di Kota Madiun. Waktu itu dari kampung saya yang lolos hanya tiga orang. Orang tua saya mendengar saya diterima sangat bangga dan senang karena dapat menjadi abdi negara,” ujar veteran kelahiran 1946 ini.

Sebetulnya, Kabul Umar telah menyelesaikan bangku pendidikan di Sekolah Teknik Menengah (STM) jurusan Teknik Mesin. Namun, dia malah mendaftarkan diri menggunakan ijazah tingkat Sekolah Dasar (SD).

“Bapak dulu malah daftar TNI memakai ijazah SD, padahal sudah punya ijazah STM,” ujar  Kabul Umar.

Saat dia lolos ujian 1965, kemudian dibawa ke Surabaya untuk menginjak pendidikan militer angkatan laut di Sekolah Calon Tamtama KKO-AL (Secatamko). Di tahun yang sama juga pendidikan PARA DASAR di Bandung.

Dia sempat merasakan tiga operasi besar, melawan bangsa sendiri maupun bangsa lain. Mulai dari Penumpasan Gerakan 30 September PKI di Jawa Tengah pada 1966, dan bergabung dengan kesatuan Yon 8 Para Amphibi Komando Para Amphibi KKO (PARAMKO). DWIKORA di Kepulauan Riau melawan bangsa asing yakni mengganyang Malaysia tahun 1967 dengan kesatuan yang sama YON 8 PARAMKO, dan operasi Seroja TIM TIM di Same dengan kesatuan YON 4 PARA tahun 1976. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

AMM suara milenial

AMM Gaet Suara Milenial Untuk Idris-Imam

DUKUNGAN : Calon Walikota Nomor Urut 2, Mohammad Idris didampingi Ketum DPD PKS Kota Depok,

Read More...
afifah dan giring di pasar

Afifah Blusukan ke Pasar Bareng Giring eks Nidji

KOMPAK NOMOR 1 : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 1, Afifah Alia, memanfaatkan waktu

Read More...
ilustrasi virus korona baru

241 Penghuni Ponpes Diswab

  RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pascatemuan 39 santri yang positif Covid-19, Pemkot Depok melakukan tindakan lanjutan dengan menggelar Swab massal kepada

Read More...

Mobile Sliding Menu