veteran TNI AU 2
OPERASI : Kabul Umar bersama Kompi Yon 4 Para saat operasi Tim Tim, Same. FOTO : ISTIMEWA
veteran TNI AU 2
OPERASI : Kabul Umar bersama Kompi Yon 4 Para saat operasi Tim Tim, Same. FOTO : ISTIMEWA

 

Tak lama selepas mengenyam pendidikan SECATAMKO AURI di Surabaya dan PARA DASAR 1965. Kabul Umar ditempatkan di Yon 8 Paramko.

Laporan: Daffa Andarifka Syaifullah

RADARDEPOK.COM – Juli 1965, kala itu merupakan periode awal penugasannya sebagai KKO AL di salah satu batalyon yang berlokasi di Cilandak, Jakarta Selatan.

Jakarta menjadi tempat penugasan pertama saat dia mengabdikan diri sebagai abdi negara. Sang pemuda asal Madiun ini dengan gagah berani menjalankan tugasnya sebagai Tamtama.

Ditempatkan di salah satu kompi, membuat dia harus mengakrabkan diri, dan bersinergi demi menjaga kesatuan NKRI.

1 Oktober 1965 bertepatan dengan peristiwa Gerakan 30 September PKI. Dewan jendral dan tujuh jendral dibantai, hingga akhirnya seluruh wilayah di Ibukota tak tenang. Dia ditugaskan.

“Waktu kejadian G30S di Jakarta, saya dapat penugasan pengamanan karena kejadian tersebut. Karena kondisi Ibukota sendiri mencekam,” ujarnya mengingat.

Kemudian, saat itu dia dapat panggilan berkumpul di Yon 8 untuk membagi tugas. Satu Kompi J, termasuk bapak anak dua ini mendapat tugas di suatu kampung wilayah Cilacap, Jawa Tengah. Di sana Umar mengamankan para Ketua Perwakilan Cabang atau Tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) di Cilacap.

Pasukan Gabungan telah bersiap untuk menuju tempat penugasan masing-masing. Khusus untuk Kompi J Yon 8 Paramko yang dikomandoi Kapten KKO Jaswadi dankompi, bersama TNI Angkatan Darat (AD) akan menangkap PKI di Majnang, Sidareja, Cilacap, Jawa Tengah.

“Waktu itu pasukannya gabungan. Selain dari Kompi J, ada juga dari TNI AD yang lokasi penugasannya sama,” bebernya.