Beranda Metropolis Menyelami Komunitas Lingkungan Trash Hero Depok : Kegiatan Tertunda Akibat Pandemi, Bersih Sungai Tetap Jalan (3-Habis)

Menyelami Komunitas Lingkungan Trash Hero Depok : Kegiatan Tertunda Akibat Pandemi, Bersih Sungai Tetap Jalan (3-Habis)

0
Menyelami Komunitas Lingkungan Trash Hero Depok : Kegiatan Tertunda Akibat Pandemi, Bersih Sungai Tetap Jalan (3-Habis)
SEMANGAT : Skuat Trash Hero Depok saat menjalankan oengedukasian soal lingkungan bersama Trash Hero Indonesia, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
trash hero 3
SEMANGAT : Skuat Trash Hero Depok saat menjalankan oengedukasian soal lingkungan bersama Trash Hero Indonesia, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

Pandemi Covid-19 melumpuhkan segala macam aktivitas. Hal ini berdampak kurang bagus untuk menjaga semangat masyarakat, terutama anggota Trash Hero Depok. Beberapa giatnya mandek.

Laporan : Arnet Kelmanutu

RADARDEPOK.COM – Kegiatan rutin Trash Hero memang harus terhenti, demi menjalankan protokol kesehatan. Namun, mereka tak patah semangat dalam menjaga dan menumbuhkan jiwa kemanusiaan, maupun sosial di kalangan anggota dan masyarakat sekitar.

Beberapa kegiatan yang belum bisa di jalankan karena mengundang banyak orang. Seperti, operasi semut alias operasi bebersih sampah di sekitar Ciliwung. Serta beberapa rangkaian edukasi melalui seminar kecil demi menguatkan diri sebagai pegiat lingkungan.

“Memang ada yang tertunda kegiatan kami. Maklum sekarang pandemi, jadi kami masih tetap dengan protokol kesehatan dan PSBB yang dihimbau pemerintah,” ungkap Ketua Trash Hero Depok, William Matakena.

Kegiatan bebersih Sungai Ciliwung tetap dilakukan, namun jumlahnya terbagi dan di susun jadwal piket. Misalnya, dari 30 anggota di bagi setiap minggu berapa orang, untuk bertugas membersihkan sampah di Ciliwung.

Mereka meyakini Kota Depok dialiri Sungai Ciliwung, membawa potensi dalam menyumbang sampah ke laut sebanyak 60 persen. “Sungai itu alat transportasi sampah sebanyak 60 persen ke laut. Jadi wajub kita jaga dari proses mengalirnya,” terang dia.

Meski dampak sampah ke laut tidak berubah secara cepat berdampak buruk pada ekosistem. Komunitas ini mengajak pemerintah dan stakeholder terkait mendukung pergerakan bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat. (*)

 

Editor : Pebri Mulya