Metode STAD Menignkatkan Kualitas Pembelajaran

In Ruang Publik

heru prihandono

 

Oleh : Heru Prihandono,S.Pd.,M.M.

SMP Negeri 7 Depok

 

SALAH satu tujuan Lembaga Pendidikan adalah meningkatkan kualitas pendidikan. Segala upaya terus dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala yang timbul dalam kaitannya dengan kualitas pendidikan.  Mengatasi kendala tersebut perlu adanya inovasi-inovasi baru yang diterapkan dalam pembelajaran

Slavin (2008: 103) menyatakan, pembelajaran kooperatif adalah solusi ideal terhadap masalah menyediakan kesempatan berinteraksi secara kooperatif dan tidak dangkal kepada siswa dari latarbelakang etnik yang berbeda. Dalam hal ini Slavin menjelaskan, kelompok yang dibentuk untuk berinteraksi dan bekerjasama bisa menghapuskan perbedaan diantara siswa, meningkatkan hubungan antar kelompok dan masing-masing anggota kelompok memiliki posisi yang setara.

Berangkat dari hal tersebut ada sebuah teknik pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan psikologi siswa remaja yaitu Metode Cooperative Learning dengan tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD).

Tenaga pendidik cukup banyak yang menggunakan tipe STAD. Seperti namanya, model belajar ini berbasis kelompok. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok belajar, yang tiap anggotanya berisikan empat hingga lima orang. Selain itu, kelompok yang disusun harus bersikap heterogen, atau berbeda, baik dari segi jenis kelamin, agama, suku, atau faktor pembeda lainnya (jikaada).

Model belajar STAD disukai tenaga pendidik karena sangat sederhana, dan cocok bagi tenaga pengajar yang baru mengenal model pembelajaran kooperatif. Model belajar ini diteliti dan diperkenalkan oleh Robert Slavin dalam sebuah kelompok belajar di John Hopkin University di Tahun 1997. Model pembelajaran ini bertujuan untuk memotivasi siswa melalui belajar kelompok.

Dalam satu kelompok, setiap anggota bisa saling membantu dan memberi semangat dalam menguasai materi, informasi, atau keterampilan yang sedang dipelajari. Selain itu, model pembelajaran STAD memberikan penekanan khusus pada apresiasi atau penghargaan atas pencapaian siswa dalam belajar. Model belajar STAD, siswa diajak belajar bersama untuk belajar dan bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri dan anggota tim lainnya.

Sebagaimana yang tertuang dalam Slavin (2008: 144), tim adalah fitur yang paling penting dalam STAD. Kekompakan ,kerjasama, dan dukungan teman satu tim untuk mendapatkan penghargaan sangat diperlukan.

1 of 2

You may also read!

sidang pencabulan tertutup

Sidang Pelecehan Seksual Anak : Meringankan Terdakwa Ditunda

KAWAL SIDANG : Jemaat Gereja Santo Herkulanus saat mengawal jalannya sidang lanjutan dari saksi terdakwa

Read More...
makam ambu mayangsari

Menelisik Makam Ambu Mayangsari : Pejuang Perempuan, Keturunan Prabu Siliwangi (1)

SEJARAH : Makam Ambu Mayangsari Siliwangi, di RT3/16 Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos. FOTO : LULU/RADAR

Read More...
masker katar pondok petir

Katar Pondok Petir Sebar 500 Masker

BAGIKAN MASKER : Anggota Katar Pondok Petir sedang membagikan masker gratis kepada warga. FOTO :

Read More...

Mobile Sliding Menu